Advertisement

Ini Bahayanya Memakai Baju Baru Tanpa Mencucinya Dahulu

Newswire
Sabtu, 19 September 2020 - 06:37 WIB
Nina Atmasari
Ini Bahayanya Memakai Baju Baru Tanpa Mencucinya Dahulu Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Jika baru membeli pakaian, apakah Anda biasa langsung memakainya tanpa mencuci terlebih dahulu? Ternyata, kebiasaan tersebut bisa berbahaya bagi tubuh, salah satunya memicu masalah kulit.

Melansir dari Times of India, memakai langsung baju yang baru dibeli dapat meningkatkan risiko terkena masalah kulit. Ada kemungkinan besar pakaian baru menularkan beberapa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan beberapa infeksi kulit.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Baca juga: Masker Scuba dan Masker Buff Tidak Efektif Mencegah Covid-19, Ini Penjelasannya

Pada dasarnya, pakaian yang baru dibuat di pabrik akan dikemas dan dikirim dari satu tempat ke tempat lain melalui berbagai moda transportasi sebelum sampai di toko. Sulit untuk melacak dengan tepat di mana kain itu dibuat, disimpan, dan bagaimana cara pengangkutannya.

Dengan begitu, pakaian baru Anda mungkin telah bersentuhan dengan beberapa patogen dan kuman.

Baca juga: Hasil Penelitian, Merokok Terbukti Tingkatkan Masalah Kecemasan

Sementara di toko, pakaian akan dicoba oleh banyak pengunjung. "Anda tidak pernah bisa memastikan berapa banyak orang sebelum Anda mencobanya. Kulit mati dan kuman dari kulit orang lain mungkin saja ada pada pakaian," catat Times of India.

"Ini bisa menyebabkan dermatitis, gatal dan kemerahan," imbuhnya.

Setidaknya ada berbagai jenis bahan kimia digunakan untuk membuat kain dan mewarnainya. Semua bahan kimia ini bisa menyebabkan gatal dan kemerahan saat bersentuhan dengan kulit.

Melansir dari Time, Dr. Susan Nedorost, seorang profesor dermatologi di Case Western Reserve University menyatakan bahwa ada kemungkinan Anda terkena penyakit di beberapa hari kemudian setelah pakai pakaian baru, seperti kulit kemerahan dan gatal-gatal.

"Ketika kita melihat dermatitis kontak dari pakaian, alergennya biasanya berasal dari pewarna kain," kata Dr. Susan Nedorost.

Dermatitis kontak adalah reaksi alergi terkait sistem kekebalan terhadap alergen yang bersentuhan dengan kulit. Ini menyebabkan beberapa reaksi, seperti ruam yang muncul beberapa hari setelah paparan.

Nedorost juga mengatakan, berkeringat dan gesekan dapat menyebabkan zat pewarna larut keluar dari pakaian menuju ke kulit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Fakta-Fakta Vaksin Qdenga yang Diklaim Mampu Cegah DBD 80 Persen

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement