Pemerintah Anggarkan Rp639,6 Triliun untuk 43 Program Bansos
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
Kaesang Pangarep. /Ist-Instagram @kaesangp
Harianjogja.com, JAKARTA - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep membagikan kisahnya pernah menjadi target penipuan di media sosial. Kisah tersebut dibagikan di Twitter pribadinya pada 1 September 2020.
Kaesang membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan dirinya menerima direct message (DM) dari akun @luckycatauctoin di Instagram. Dalam pesannya, oknum tersebut memberitahu Kaesang telah terpilih menjadi pemenang lelang. Si penipu juga meminta sejumlah uang untuk dikirimkan ke rekening atas nama Aan Ramadani.
"Sumpah ngakak ada yang mau nipu saya. Niatnya mau nipu karena saya menang auction. Padahal udah semangat nipu," tulis Kaesang melengkapi postingannya.
Sumpah ngakak ada yang mau nipu saya. Niatnya mau nipu karena saya menang auction. Padahal udah semangat nipu pic.twitter.com/Ft9wHjxnCM
— Kaesang Pangarep (@kaesangp) September 1, 2020
Alih-alih tertipu, Kaesang justru balik mengerjai oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Pria 25 tahun itu mengirimkan uang sebesar Rp10.000 dan memberikan keterangan yang terkesan mengancam di kolom deskripsi.
"Halo Aan saya tau kamu dimana lho," imbuh Kaesang dalam deskripi.
Baca Juga: Rhoma Irama dan Sejumlah Musisi Setuju Cover Lagu di Youtube Diatur
"Maafkan saya untuk Aan. Anda sudah termonitor HAHAHAHAHAHAHA," imbuh Kaesang dalam postingannya.
Tampaknya si penipu sadar aksinya diketahui Kaesang, ia pun meminta maaf berkali-kali. Cuitan Kaesang ini mengundang komentar warganet, yang cukup terhibur dengan pengalamannya.
"Salah target, otomatis keringat dingin," tutur warganet.
"Enggak bisa tidur 14 hari," kata yang lain.
"Otomatis ketangkap paspampres," imbuh yang lain.
Berita ini sudah tayang di Okezone.com dengan judul "Pengalaman Kocak Kaesang Pangarep Jadi Target Penipuan".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Twitter, Okezone.com
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
PSIM Jogja menghadapi Isenmulang tanpa Ze Valente akibat kartu merah. Laskar Mataram berupaya bangkit setelah lima kekalahan beruntun.
Luhut mengusulkan penyesuaian definisi korupsi merujuk UNCAC. KPK menolak penghapusan total unsur kerugian negara dan membuka opsi delik pemberatan.
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul mengeksplorasi sungai bawah tanah Ngobaran dengan target debit 40 liter per detik untuk Saptosari dan Panggang.
Agrinas Palma Nusantara memberikan beasiswa kepada 25 anak Papua Selatan untuk mengikuti pendidikan perkebunan sawit selama tiga tahun.
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.