Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
Betapa kagumnya Panembahan Senopati, tidak hanya karena melihat sungguh digdaya pemuda di depannya ini, tapi juga subasita yang diperlihatkan. Pemuda yang tahu trapsila tata krama. Beda dengan Rangga yang ugal-ugalan.
“Rangga! Memalukan benar sikapmu itu. Engkau lancang memukul orang tanpa melihat duduk perkara. Jaga sikapmu!” bentak Panembahan Senopati.
Mendapat hardikan ramandanya, Raden Rangga yang hendak menyerang kembali dengan muka merah padam. Panembahan Senopati meneliti Damar dengan saksama. Wajahnya diliputi keraguan. Pemuda yang bersila khidmat itu sama sekali jauh dari pantas sebagai kawula dusun yang bodoh. Dari tubuh atletisnya memancar sinar terang; sepasang matanya yang lebar itu mengeluarkan perbawa besar; kulitnya halus bersih; sikapnya penuh unggah-ungguh. Anak setampan ini memimpin pemberontakan?! Menjadi kepala penyamun? Komandan begal?!
“Damar. Angkat wajahmu,” perintah Panembahan Senopati penuh wibawa.
Damar menengadahkan wajah. Tetap sopan namun tidak ada sedikit pun rasa bersalah.
“Mana anak buahmu para perampok itu?” bentak gusti prabu.
“Ampun kanjeng gusti sinuhun. Kalau paduka maksudkan kawan-kawan sehaluan hamba maka inilah mereka,” Dengan ibu jari, Damar menunjuk tiga puluh orang yang duduk berjejer di belakangnya. “Beberapa teman lain melarikan diri entah ke mana.”
Panembahan Senopati semakin heran. Ia memanggil Pranacitra.
“Sekian pemuda inikah yang telah memukul hancur pasukanmu? Perwira macam apa?”
“Ampun gusti sinuhun. Kami sebenarnya sudah, kami sesungguhnya, jadi kami…..”
“Ceritakan yang jelas. Jangan mencari-cari alasan,” bentak gusti prabu membuat senopati itu gemetaran dengan keringat berdliweran di sekujur tubuhnya.
“Sendhika gusti prabu!”
Pranacitra dengan malu menuturkan betapa ia diserbu secara curang oleh Damar beserta kawan-kawannya, bahkan diadu domba dengan pasukan dari Tembayat. Juga entah berapa kali, Pranacitra menyerang namun tempat itu selalu sudah ditinggalkan oleh Damar.
“Ha ha ha, perwira dungu seperti kerbau,” Raden Rangga tidak kuasa menahan tawa.
“Rangga!” hardikan Panembahan Senopati membuat pangeran nakal itu menutup mulut.
“Sekarang engkau, Damar. Ceritakan bagaimana siasatmu menghadapi musuh?” Secara diam-diam Panembahan Senopati muncul kekaguman terhadap anak muda santun ini.
Damar menoleh ke sahabatnya, Dinar, yang wajahnya tidak lagi seputih kapas.
“Ampun kanjeng sinuhun. Strategi hamba menghadapi pasukan Tembayat yang sangat banyak, hamba susun bersama Dinar. Apakah paduka berkenan jika hamba dibantu Dinar untuk menceritakan hal tersebut?”
Panembahan Senopati mengangguk.
Maka bertuturlah Dinar yang jenaka itu dengan gerakan dan mimik yang lucu membuat sebagian pengiring Panembahan Senopati tertawa kendati ditahan-tahan.
Raden Rangga tertawa terpingkal, dan sekali ini Panembahan Senopati tidak menegurnya karena ia sendiri juga menganggap kocak. Hanya satu, ya, hanya Pranacitra yang tidak tertawa. Ia ikut mendengarkan dengan muka masam, dan mengumpat-umpat dalam hati.
“Damar, jadi benar engkau mbalelo terhadap Mataram?” Panembahan Senopati bertanya setengah menyesal. Ia merasa eman, pemuda segagah dan seberani ini menjadi musuhnya.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 053
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.