KPK Duga Rumah Jampidsus di Sentul Atas Nama Orang Lain, LHKPN Nihil
KPK menduga rumah milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul menggunakan nama orang lain sehingga tidak tercatat dalam LHKPN.
Ilustrasi perceraian/JIBI
Harianjogja.com, NEW DELHI – Sepasang suami istri di New Delhi di India akhirnya diizinkan untuk bercerai, 24 tahun setelah mengajukan surat cerai pada 1995. Kasus ini menjadi contoh kesulitan yang harus dihadapi banyak keluarga karena penundaan dan banyaknya proses di sistem peradilan India.
Diwartakan Sputnik, Selasa (9/7/2019), pasangan yang menikah pada 1988 dan memiliki hubungan yang kaku sejak awal itu, akhirnya memilih untuk berpisah pada 1995. Mereka kemudian mengajukan gugatan cerai.
Hakim Pengadilan Tinggi Delhi, Rajiv Sahai Endlaw, menyalahkan pasangan itu atas keterlambatan yang terjadi. Dia mengatakan bahwa mereka membanjiri pengadilan dengan sejumlah besar bukti selama dua dekade terakhir, yang mengarah ke proses yang berlarut-larut.
“Salah satu akar penyebab keterlambatan tersebut adalah sifat pembelaan yang terperinci dan bukti terperinci, yang telah menjadi norma dalam perselisihan semacam itu dan, yang pada gilirannya, menghasilkan persidangan yang lebih lama dan waktu yang lama dalam menulis penilaian dalam hal-hal tersebut,” kata Hakim Endlaw yang dikutip Timesnownews.
Pada 1995, permohonan perceraian yang diajukan oleh sang suami ditolak oleh pengadilan distrik setempat. Pria tersebut kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Delhi pada 2002.
Pada 2008, Pengadilan Tinggi memberikan pertolongan kepada pria di putaran kedua proses pengadilan, hanya untuk ditantang oleh sang istri, yang mengambil tindakan untuk menghalangi pria tersebut menikah lagi.
Menariknya, pada 2018, wanita itu menyatakan kesediaannya untuk bersatu kembali dan tinggal bersama suaminya di Mumbai, tetapi kemudian mundur.
Netizen bereaksi terhadap berita itu dengan terkejut dan prihatin, mengomentari bagaimana penundaan peradilan mengambil bagian besar dalam kehidupan pasangan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK menduga rumah milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul menggunakan nama orang lain sehingga tidak tercatat dalam LHKPN.
Tren meningkatnya WNI melepas kewarganegaraan berpotensi memicu brain drain, dampak serius bagi Indonesia.
Menlu Sugiono menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran sekaligus membahas kerja sama bilateral dan isu perdamaian dunia.
Netflix menyebut film keluarga Indonesia konsisten masuk Global Top 10 selama empat tahun terakhir dan diminati penonton lokal.
PGSD UPI Kampus Purwakarta menggelar pengabdian masyarakat di Kulonprogo dengan memperkuat literasi membaca, finansial, dan lingkungan.
Turnamen Putra Bangsa Cup II 2026 di Bojonegoro viral karena menggunakan teknologi VAR. Simak fakta, jadwal, dan respons netizen.