Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi sebagai Jurnalis Korban KM Arupadatu I
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.
Ilustrasi bayi./Okezone
Harianjogja.com, JOGJA--Seorang ibu bernama Jasmine Self, 24, harus menerima kenyataan pahit saat hasil USG-nya yang berusia lima bulan menunjukkan anggota tubuh si calon bayi tidak berkembang. Hal itu dikarenakan adanya kelainan langka yang diidap calon bayi.
HiMedik melansir dari Dailymail, RJ Wilson, bayi dari Jasmine lahir dengan berat hanya 1 kg. Ia juga menjalani perawatan intensif selama dua bulan pertama. Anak yang kini berusia empat bulan ini menderita sindrom tetra-amelia. Sindrom ini membuat seseorang tidak memiliki anggota badan, cacat pada wajah, jantung, sistem saraf, kerangka dan alat kelamin.
"Aku tahu aku hamil pada April," kata Self. "Aku tidak pergi ke dokter sampai Agustus, jadi sudah terlambat.
Self yang adalah seorang resepsionis hotel kemudian menghadapi keputusan sulit apakah dia akan melanjutkan kehamilannya.
Dokter menjelaskan kepada saya bahwa ada kemungkinan bayi saya akan lahir dalam keadaan tak bernyawa. Namun, Self ternyata memilih untuk tetap melanjutkan kehamilannya.
Meski kehamilannya berjalan relatif lancar, keadaan memburuk ketika ia terpaksa melahirkan caesar dan plasenta terlepas dari dinding rahimnya. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan internal pada ibu serta memotong pasokan oksigen dan nutrisi ke bayi.
Setelah RJ lahir, ia langsung mendapatkan perawatan intensif untuk transfusi darah. Terlepas dari kondisi RJ, Self menganggap dirinya beruntung putranya tidak terlalu banyak komplikasi.
Sebagai informasi, sindrom tetra-amelia adalah kelainan yang sangat langka di mana bayi dilahirkan tanpa anggota tubuh. Menurut National Institutes of Health AS, kondisi ini hanya tercatat di beberapa keluarga di seluruh dunia.
Sindrom tetra-amelia disebabkan oleh mutasi genetik pada bagian DNA yang memainkan peran penting dalam perkembangan sebelum kelahiran.Sebagian besar bayi meninggal sebelum atau segera setelah lahir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.
PSS, PSIM, empat kelompok suporter, dan Polda DIY menandatangani komitmen menjaga keamanan BRI Super League 2026/2027.
Pemerintah menarik dan mencabut izin 25 merek beras fortifikasi karena diduga tak sesuai kandungan dan mutu pada label.
BKSDA Yogyakarta mendalami kemunculan Monyet Ekor Panjang di Hargowilis. SM Sermo ditegaskan bukan habitat alami primata tersebut.
Polisi menangkap dua pelaku pencurian Rp14,5 juta dari laci SPBU Salaman, Magelang. Keduanya dibekuk enam hari setelah kejadian.
Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk sejenak melepas penat, berkumpul bersama orang-orang terdekat, sekaligus menikmati hidangan yang menggugah selera.