Wamendagri Sebut Usulan Kewarganegaraan Ganda Masih Dikaji
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA- Gejala kanker usus sebenarnya bisa dirasakan sejak awal sehingga bisa dilakukan deteksi dini. Praktisi kesehatan yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof dr Ari Fahrial Syam menjelaskannya.
"Ketika kita punya permasalahan usus tolong cek, apakah ini terjadi sesuatu atau tidak," katanya di Jakarta, Selasa (22/1/2019).
Dia mengemukakan kanker usus besar pasti menimbulkan gejala seperti buang air besar disertai darah, nyeri perut berulang, terkadang feses cair dan kadang sulit bab, diare kronik, atau terdapat benjolan.
"Pokoknya ada gangguan apa aja bisa mengarah ke usus besar, nyeri perut berulang, diare kronik, susah bab, ada timbul benjolan lebih jelas lagi, bab bedarah itu bisa, jadi gejalanya itu bermacam-macam timbul pada seseorang," jelas Ari.
Dia menyarankan jika merasa ada yang bermasalah seperti disebutkan agar segera memeriksakan ke dokter spesialis penyakit dalam, pemeriksaan laboratorium, dan apabila mengarah pada suatu luka akan dilakukan pemeriksaan endoskopi.
Penyakit kanker usus, tambah Prof Ari dipengaruhi oleh pola makan yang tinggi lemak dan banyak mengonsumsi daging, kurang mengonsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan. "Dianjurkan untuk menghindari makanan tinggi lemak, banyak minum, banyak bergerak, banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan," kata dia.
Selain itu, ia juga menjelaskan pentingnya mengetahui faktor risiko dari genetik yang diturunkan dari orang tua, atau terjadi keluhan seperti yang disebutkan pada keluarga dekat.
"Misalnya di keluarganya ada riwayat kanker, kalau dia di atas 50 tahun bisa terkena. Jadi faktor keturunan genetik sekitar itu jadi sangat penting," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.