Advertisement
Sendiri Tak Masalah, Mari Tetap Bahagia
Ilustrasi simbol cinta - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Saat sendirian alias masih menjomblo, kadang kala seseorang merasa takut terhadap penilaian orang yang menganggap hal itu menyedihkan.
Kondisi sendirian identik dengan sepi. Kesepian sering dianggap sebagai epidemi. Seorang lajang mungkin lebih banyak yang merasakan hal ini.
Advertisement
Kendati menjadi lajang membuat Anda mudah merasa sepi, sesungguhnya tidak selalu demikian. Nyatanya, menjalin hubungan pun tidak selalu membuat seseorang bisa kebal terhadap kesepian.
Penyair Tanya Davis dalam bukunya berjudul How To Be Alone mengungkapkan, “Anda pada awalnya kesepian, bersabarlah! Jika Anda tidak terlalu banyak sendirian, Anda tidak baik-baik saja dengan itu, tunggu saja! Anda akan baik-baik saja setelah Anda merangkulnya.”
Davis menggambarkan bahwa kesendirian bisa menjadi teman jika seseorang mampu menikmatinya. Dari kesendirian yang dinikmati itulah, kegembiraan bisa dirasakan.
Menjadi sendiri, di sisi lain, menurutnya dapat menghadirkan beberapa momen yang bisa memperkaya diri. Dalam kesendirian, seseorang bisa merasakan seperti apa dirinya sesungguhnya.
“Baik sendiri atau berpasangan, semua orang bisa lebih baik menghabiskan waktu sendiri. Inilah cara menggali kegembiraan hidup sendiri,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
Advertisement
Advertisement








