Sandiaga: Desa Wisata Bakal Jadi Winner
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Ilustrasi banyak makan
Harianjogja.com, JAKARTA – Tidak sedikit masyarakat yang melampiaskan rasa stresnya dengan mengonsumsi makanan dan minuman. Tanpa disadari, hal tersebut akan memicu emotional eating yang justru akan membuatnya mengonsumsi makanan tersebut secara berlebih.
Jika tidak dikendalikan, dapat meningkatkan asupan Gula Garam Lemak (GGL) yang dapat memicu munculnya penyakit tidak menular. Apalagi ketika stress, makanan dan minuman yang dikonsumsi biasanya makanan comfort food seperti es krim, kue, coklat, kentang goreng atau pizza yang cenderung tidak sehat.
Tara de Thouars, psikolog yang kerap menangani kasus emotional eating, mengatakan faktor psikologis dan fisiologis mempengaruhi apa yang dikonsumsi dan menentukan hubungan yang dimiliki antara makanan dan emosi.
“Kita membutuhkan makanan untuk bertahan hidup, tetapi ada makanan tertentu yang kita konsumsi dalam kondisi spesifik. Dalam kondisi ini, seseorang biasanya menginginkan makanan berkalori tinggi dengan nilai gizi yang minim,” ujarnya, belum lama ini.
Berdasarkan data dari American Psychological Association, 38% orang dewasa mengaku bahwa saat mereka mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan karena munculnya stress, separuhnya merasa menyesal kemudian.
Emotional eating memiliki beberapa tanda yang bisa kita kenali, seperti secara tiba-tiba muncul keinginan makan makanan yang spesifik, atau cenderung makan lebih dari biasanya tapi setelahnya merasa bersalah.
Vera Yudhi H. Napitupulu, Manager Program Klinik LightHOUSE menambahkan ketika seseorang mengonsumsi makan dalam kondisi yang sebenarnya sedang tidak lapar, tubuh sebenarnya sedang tidak dalam kondisi membutuhkan kalori.
Bila kondisi tersebut terjadi secara berulang, maka kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak dan dapat menyebabkan obesitas. Padahal ketika seseorang sudah obesitas dia berisiko terkena berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sakit sendi, dan penyakit empedu.
Mengatasi emotional eating perlu melibatkan edukasi kepada individu terkait cara pandang yang sehat akan makanan, membangun pola makan lebih baik, mengenali pemicunya dan membangun langkah-langkah tepat untuk menghadapi stress.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.