PLN Pastikan Listrik Flores Kembali Normal Pascagempa M7,7
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Marcelino Lefrandt. /Suara.com-Sumarni
Harianjogja.com, JAKARTA- Aktor Marcelino Lefrandt sudah dua tahun menduda setelah bercerai dengan Dewi Rezer pada 2016. Ia pun akhirnya mengungkap alasan masih betah melajang. Padahal, Dewi Rezer sendiri sudah punya gandengan baru.
"Pacar siapa? Saya? Belum. Belum mau daftar. Nggak ada waktu (pacaran)," seloroh Marcelino Lefrandt lantas tertawa, saat ditemui di Senayan City, Jakarta Pusat pada Sabtu (17/11/2018).
Pemain sinetron Bidadari ini menegaskan masih menikmati waktu sendiri bareng anak-anaknya.
"Aku sih masih enjoy sendiri yah. Mereka [anak-anak] juga lebih nyaman aku sendiri terus. karena aku sama mereka terus yah. Aku pulang ke rumah sama mereka," ucap Marcelino Lefrandt.
"Terus malam Minggu sama mereka. Lagian kalau mau pergi sudah capek. Lagian juga kalau mau membuka diri susah juga mencari waktunya," sambungnya lagi.
Kendati begitu, lelaki 44 tahun itu menyatakan sudah punya kriteria khusus buat calon pendamping hidup masa depan.
Hanya saja, dia berkelakar kesulitan mendekati perempuan yang diincar gara-gara sibuk syuting.
"Inceran pastilah ada. Cuma mau cari waktunya susah. Ya sudahlah. Tapi teman-teman [cewek] banyak yang cuma just say hai. Tapi untuk lebih jauh belum. Susah waktunya. Itulah nasib terlalu tampan," kata Marcelino Lefrandt bercanda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Megawati Soekarnoputri mengungkap pernah dipanggil polisi tiga kali dan diperiksa jaksa saat era Orde Baru.
Perayaan HUT RI ke-81 di media sosial diwarnai euforia kemerdekaan sekaligus gelombang solidaritas untuk korban gempa NTT.
sejarah Jogja dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menguri-uri nilai dan keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.