Survei DEN: Program MBG Prabowo Dongkrak UMKM Lokal
Survei DEN mengungkap program MBG berdampak besar pada UMKM, serap tenaga kerja lokal dan ciptakan ekosistem ekonomi baru.
Via Vallen dan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat./bisnis.com
Harianjogja.com, SEMARANG – Setelah sebelumnya membuat iklan Tolak Angin dengan menampilkan Rhenald Kasali sebagai brand ambassador-nya, kini PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. kembali membuat iklan terbarunya dengan menggandeng penyanyi yang sedang naik daun, Via Vallen.
Iklan Tolak Angin kali ini menceritakan tentang masa kecil penyanyi dangdut kelahiran Surabaya itu.
Penyanyi dangdut yang memiliki nama asli Maulidia Octavia itu memulai kariernya di dunia tarik suara sejak umur 15 tahun. Pada saat kecil, Via Vallen sempat menjadi pengamen demi memenuhi kebutuhan hidup dan membeli seragam sekolah.
Seiring dengan berjalannya waktu, nama Via Vallen mulai dikenal dan populer dalam industri musik Tanah Air melalui unggahan video musik orkes dangdut yang diunggah oleh beberapa penggemar musik dangdut koplo.
Perjalanan karier Via Vallen semakin memuncak saat berpartisipasi menyanyikan salah satu lagu resmi untuk pagelaran Asian Games di Indonesia yang berjudul Meraih Bintang.
Pada iklan Tolak Angin kali ini, menceritakan ingatan Via Vallen akan perjalanan kariernya saat anak-anak hingga usia belasan tahun yang hidup mengamen bersama kakak dan adiknya hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang.
Di balik kesuksesannya, Via Vallen tetap bersikap rendah hati dengan tidak melupakan jati dirinya. Di tengah padatnya aktivitas yang dilakukan, dalam menjaga kesehatannya dia mengkonsumsi Tolak Angin.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan dalam iklan ini menggambarkan dari hidup yang sulit sampai Via Vallen menjadi orang yang luar biasa, rezekinya banyak dan tetap bisa seperti dia yang dulu, yakni sederhana.
“Saya ingin iklan ini dapat memberikan inspirasi. Jadi yang menonton, bisa melihat bahwa iklan ini memberi pesan moral kalau sudah sukses tetap rendah hati,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/11/2018).
Menurutnya, Sido Muncul juga menilai bahwa Via Vallen dapat mewakili generasi milenial yang selalu aktif beraktivitas dan mencoba berbagai tantangan tanpa kenal lelah.
“Diharapkan dengan adanya iklan ini dapat membangun kepercayaan dan meningkatkan awareness brand Tolak Angin bagi generasi milenial,” tambah Irwan.
Di sela-sela kegiatan syuting, Wakil Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menyampaikan bahwa Via Vallen dipilih karena mempunyai kesamaan dengan perjalanan Tolak Angin menuju kesuksesan.
“Kami memilih Via Vallen karena dia itu berprestasi. Yang kami kagumi dari Via Vallen, perjuangannya panjang bukan sekejap mata. Dari kecil dia sudah berusaha dan itu salah satu contoh yang menginspirasi. Bahwa ada kesamaan perjuangan itu dengan Tolak Angin, makanya kami pilih karena perjalanan Tolak Angin juga panjang dari 1940.”
Selain menggandeng bintang iklan asal Indonesia, Tolak Angin juga menggandeng artis Filipina Kris Aquino, anak dari presiden ke-11 Filipina Corazon Aquino untuk menjadi salah satu brand ambassador-nya.
Iklan ini untuk ditayangkan di Filipina. Dipilihnya Kris Aquino karena memiliki image baik dan bisa menjadi good influencer bagi masyarakat di Filipina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Survei DEN mengungkap program MBG berdampak besar pada UMKM, serap tenaga kerja lokal dan ciptakan ekosistem ekonomi baru.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.