Advertisement
Barbie Nouva Beberkan Fakta Petugas Imigrasi Mabuk saat Tahan Maria Ozawa
Maria Ozawa dan Barbie Nouva. - Ist/ Instagram @official.barbienouva
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Barbie Nouva, DJ yang merupakan sahabat dekat Maria Ozawa, mengungkap sebuah kabar baru mengenai penahanan wanita 32 tahun tersebut di kantor Imigrasi, Denpasar, Bali. Ia mengungkap bahwa oknum Imigrasi sempat ada yang ketahuan memegang botol minuman keras.
Mengenai bukti dari ucapannya, Nouva mengungkap bahwa ada beberapa rekan videografer dan wartawan yang mengetahui hal itu.
Advertisement
Bahkan saat mabuk oknum tersebut juga sempat melontarkan kalimat kurang mengenakkan yang ditujukan untuk mantan model panas, Maria Ozawa.
"Benar [ada yang mabuk]. Imigrasi tidak membenarkan, tapi kebetulan teman-teman videografer saya lihat sendiri, teman-teman media yang dateng ke acara ulang tahun saya juga lihat sendiri mereka pegang botol," ungkap Barbie Nouva saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2018).
BACA JUGA
"Kita lagi nyari ini bukti, karena kebetulan teman-teman videografer aku ada tujuh. Terus yang disayangkan oknum imigrasi yang mabuk ini melontarkan kata-kata 'Keluar saja dari Indonesia, cuma jadi sampah'. Mereka kan aparat, harusnya mengayomi masyarakat bukan menghina ya jatuhnya," sambungnya.
Lebih jelasnya, Nouva mengatakan bahwa sahabatnya tersebut ingin memperpanjang kasus tersebut dan memasukkan ke ranah hukum. Namun ia ingin agar oknum tersebut meminta maaf langsung dan meyambangi kedutaan.
"Kurang lebih seperti itu ingin masuk ke ranah hukum. Intinya sih dia pengin orang itu minta maaf. Enggak sulit kok, dia juga bukan orang yang jahat. Dia bermasalah sama oknumnya doang sih," paparnya.
"Kalau [minta maaf] ke Miyabi mending langsung dan ke kedutaan saja. Karena ini bawa nama negara sih yang aku bilang. Kasihan," timpalnya.
Berbeda dengan Miyabi, Nouva justru ingin agar oknum tersebut mendapatkan hukuman yang dapat membuatnya menjadi manusia lebih baik. Yakni menjadi relawan di Palu, untuk membantu para korban bencana alam.
"Kalau aku sih enggak muluk-muluk, jangan dipecat. Kasian anak istrinya. Sudah jadi relawan saja di Palu, suruh tidur di tenda. Gaji 100 ribu sebulan. Enak kan. Jadi ada empati," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








