Advertisement
Berkarier, Ibu Waspadai Jadi Orang Tua hanya Akhir Pekan
Kamis, 26 April 2018 - 02:35 WIB
Maya Herawati
Ilustrasi - JIBI/Bisnis Indonesia/Webmd
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Ibu yang berkarier dan sibuk di kantor atau mengurus pekerjaan harus mewaspadai hanya menjadi orang tua saat libur akhir pekan tiba. Dampaknya bisa macam-macam bagi perkembangan anak-anak.
Energi ibu biasanya habis terkuras di kantor atau tempat pekerjaan dan di rumah hanya tinggal sisa energi yang dikeluarkan dengan marah.
"Ibu yang meluapkan emosinya dari kantor saat sedang di rumah, menurut saya itu tidak fair bagi anak," ujar Nyi Mas Diane, Ketua Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Yayasan Bhakti Asdiraa, Senin (23/4/2018).
Dia katakan, setelah seharian sibuk di tempat pekerjaan, biasanya ibu akan sulit mendengarkan keluhan-keluhan anaknya dan menjadi orang tua yang "weekend". Mulai Senin sampai Jumat sibuk bekerja dan meluangkan perhatiannya hanya saat libur di akhir pekan.
Dalam kondisi tersebut anak berpeluang mencari perhatian ke tempat lain yang cenderung memberi contoh buruk bagi perkembangan emosinya. Misalnya, karena merasa bersalah terlalu banyak menghabiskan waktu di luar, orang tua memberikan sarana permainan dalam bentuk apapun, seperti gawai atau gadget atau game digital lain serta kebebasan yang luas kepada anak untuk menggunakannya.
Namun dengan begitu, tercipta kondisi tidak adanya komunikasi di dalam keluarga. Suami dan istri yang keduanya bekerja juga cenderung lebih sering mengalami pertengkaran dalam keluarga sehingga akan mempengaruhi anak-anak juga. Kondisi tersebut akan merusakan kepercayaan diri seorang anak, mereka merasa tidak aman.
"Orang tua yang baik adalah orang tua yang memahami posisinya sebagai orang tua. Mengetahui tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Melindungi, memberikan pendidikan, mencegah pernikahan dini, menumbuhkembangkan bakat dan minat serta karakter anak dan sebagainya."
Karena itu, opsi apapun yang menjadi pilihan orang tua, seperti keputusan sang ibu untuk bekerja di luar, pastikan kebutuhan dan kepentingan anak selalu menjadi prioritas.
Pastikan si buah hati akan tetap mendapat perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkannya. Meskipun sibuk bekerja di luar, orang tua harus tetap sering berkomunikasi, memberikan perhatian dan menjadi bagian dari keseharian anak.
Bila si ibu merasa letih setelah pulang bekerja, tidak perlu menyatakan keletihannya kepada anak karena mereka akan merasa tidak dihargai atau tidak terlalu dipentingkan dibandingkan dengan pekerjaan orang tuanya. Begitu juga bila si anak melakukan kesalahan, lantas membandingkannya dengan anak lain yang dinilai lebih baik.
"Ngobrol lah dengan anak sebisa mungkin, sesibuk apapun orang tua bekerja di luar sana. Ayah dan ibu, keduanya harus terlibat berkomunikasi dengan anak. Jangan jadi orang tua "weekend"."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi
News
| Sabtu, 04 April 2026, 14:07 WIB
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement








