Advertisement

TIPS KESEHATAN : Ingin KB Alami? Coba Konsumsi Kunyit

Mediani Dyah Natalia
Jum'at, 16 Januari 2015 - 15:40 WIB
Mediani Dyah Natalia
TIPS KESEHATAN : Ingin KB Alami? Coba Konsumsi Kunyit

Advertisement

Tips kesehatan kali ini mengenai KB alami untuk perempuan, yakni dengan mengkonsumsi kunyit.

Harianjogja.com, JOGJA – Kurkumin (diferuloylmethane) adalah proriferol berasal dari tanaman Curcuma longa yang biasa disebut kunyit. Tanaman ini dapat berperan menghambat ovulasi pada perempuan.

Advertisement

Dosen Fakultas Kedokteran Unibersitas Syaiah Kuala Aceh, Rajuddin mengatakan selama ini orang mengenal kunyit sebagai antioksidan, antikarsinogenik, antiinflamasi, antiangiogenik dan antifertilitas. Adapun dalam penelitian yang dilakukannya, kurkumin pada perempuan subur berperan menghambat ovulasi dengan jalan menurunkan hormon kesuburan seperti hormon estradiol, progesteron, LH dan menekan LH surge.

"Hasil penelitiannya menunjukkan kurkumin dapat dipakai pada proses steroidogenesis dan folikulogenesis pada perempuan subur. Kurkumin menyebabkan kadar hormon estradiol dan progesteron menjadi rendah dan ketebalan endometrium menjadi tipis sehingga mencegah nidasi. Kurkumin mengakibatkan pertumbuhan folikel ovarium kecil sehingga ovulasi kecil kemungkinan terjadi,” kata Rajudin saat ujian disertasi untuk mendapatkan gelar doktor pada ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Kedokteran UGM, Rabu (14/1/2015).

Rajudin menegaskan riset ini melibatkan perempuan sehat fertil berumur 20-30 tahun, telah menikah dan saat penelitian belum ingin punya anak. Sebanyak 80 wanita dibagi dua kelompok, kelompok pertama mendapat terapi kurkumin 800 mg per hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan kapsul amilum.

Dari hasil penelitian, kata Rajudin, kadar estradiol pertengahan siklus haid pada kelompok kurkumin lebih rendah dibanding dengan kelompok kontrol. Keadaan ini menyebabkan ukuran diameter folikel kelompok kurkumin tidak mencapai ukuran folikel dominan, sehingga kecil kemungkinan terjadi ovulasi. Adapun hasil ukuran diameter folikel ovarium kelompok kurkumin rerata 12,31 mm dan kelompok kontrol rerata 20,55 mm.

Tidak hanya estradiol, kurkumin ternyata juga menghambat Progesteron, LH dan menekan LH surge. Bahkan di endometrium, kurkumin menurunkan ekspresi Vacular Endothelial growth Factor (VEGF) di endometrium menjadi rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tangis Pecah Sambut Kepulangan Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

Tangis Pecah Sambut Kepulangan Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:42 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement