Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya SPECIAL NIGHT- (<i>dari kiri ke kanan</i><i>) Sandy Sondoro, Tompi, Glen Fredly saat membawakan lagu bersama pada acara </i><i>A Special Night With</i><i> di Sritex Arena Solo, Minggu (10/4) malam. Mereka membawakan sejumlah lagu untuk menghibur ratusan penggemar, acara tersebut juga merupakan rangkaian tuor 5 kota.</i>
JAKARTA-Entah tak percaya atau tak berminat, penyanyi Sandhy Sondoro enggan mendaftarkan lagu-lagu ciptaannya ke badan hak cipta yang ada di Indonesia. Ia justru mendaftarkan seluruh karyanya di badan hak cipta Jerman, negara yang menjadi tempat awal dirinya berkarir di dunia musik.
Sandhy beralasan, bahwa kariernya masih berjalan di Jerman dan Eropa. Lagu-lagunya juga kerap diputar di statiun radio yang ada disana sehingga ia lebih memilih mendaftarkan hak ciptanya di Jerman.
"Saya masih berkarier di Jerman, lagu-lagu saya juga masih sering diputar di radio-radio Jerman dan Eropa. Jadi akan lebih baik mendaftarkannya di sana," tegas Sandhy di Jakarta, Rabu (24/4).
Ia menambahkan, alasan lain yang utama adalah mengenai royalti. Di Jerman, ia menjelaskan bahwa lagu-lagu yang dilindungi hak ciptanya di sana dijamin royalti seumur hidup, berbeda dengan Indonesia.
"Royalti saya dijamin seumur hidup. Sebenarnya itu pilihan aja, kalau memang nyaman di Indonesia ya silakan saja. Kebetulan saya masih aktif di Jerman," tegasnya.
Sandhy Sondoro memang mengawali kariernya di dunia musik sejak usia 19 tahun dengan mengamen atau sebagai musisi jalanan di Kota Berlin hingga akhirnya ia dilirik sejumlah produser disana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Prabowo menegaskan kampus harus menjaga kebebasan akademik serta memperkuat riset dan sains demi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Gus Salam menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dengan membawa misi rekonsiliasi organisasi menjelang Muktamar NU 2026.
Cara membuat layang-layang tradisional dari bambu dan kertas lengkap dengan bahan, langkah pembuatan, serta tips agar mudah terbang dan stabil.
Brajamusti Kulonprogo melakukan rebranding di usia delapan tahun dengan mengusung semangat suporter PSIM Jogja yang damai, dewasa, dan kondusif.