Gempa Kolombia, Korban Tewas Terus Bertambah Menjadi 190 Orang
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Ilustrasi anak-anak olahraga/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Belakangan kegiatan dan tuntutan hidup memicu stres tak hanya pada orang tua, tetapi juga anak-anak. Terlebih dunia digital yang berkembang dengan pesat menyajikan terlalu banyak informasi.
Ada banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa aktivitas fisik dan olahraga memiliki manfaat kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Terbaru, sebuah studi menyoroti bagaimana olahraga tim dapat mengurangi depresi pada anak-anak.
Studi yang dilakukan di Washington University ini mengungkapkan bahwa terlibat dalam olahraga tim menurunkan tingkat depresi anak laki-laki berusia antara 9 dan 11 tahun.
Penulis penelitian mengungkap bahwa keterlibatan dalam olahraga tim dapat meningkatkan volume hippocampal pada anak laki-laki maupun perempuan, dibandingkan kegiatan non-olahraga seperti musik atau seni.
Hippocampus adalah organ kecil yang terletak di lobus temporal medial otak yang berhubungan dengan emosi manusia dan memori jangka panjang. Inilah yang membuat anak laki-laki pada akhirnya terhindar dari depresi.
Dilansir dari The Health Site, peneliti mengimbau pada orangtua untuk bisa mendorong anak-anak mereka menjalani gaya hidup aktif sejak dini, di tengah gempuran dunia Internet saat ini.
Apalagi, kita sudah mengetahui dampak buruk kesehatan dari gaya hidup yang tidak aktif. Ini dapat menyebabkan obesitas, penyakit kardiovaskular, osteoporosis, diabetes, dan depresi.
Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk memastikan membatasi waktu layar mereka adalah dengan mengikuti panduan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk screen time atau waktu layar.
Menurut pedoman WHO, Anda harus menjauhkan anak Anda dari layar gadget jika ia berusia kurang dari 12 bulan, dan membatasi waktu layarnya menjadi kurang dari satu jam jika ia berusia antara satu hingga lima tahun.
Hidup mereka juga terganggu karena gaya hidup yang tidak menentu ini. Jadi, dorong anak-anak Anda untuk bermain di luar ruangan. Akan lebih baik jika Anda melibatkan mereka dalam olahraga tim. Anda juga bisa membangun kedekatan dengan anak-anak melalui cara ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.