Tim Sparta Amankan 7 Muda-Mudi Pesta Miras di Taman Kampus ISI Solo
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat diminta untuk bijak dalam memberikan komentar kepada pasangan yang sudah menikah namun belum memiliki anak agar tidak memberikan beban kepada mereka. Hal ini diutarakan psikolog keluarga dari Universitas Indonesia Sani B Hermawan.
“Jangan terlalu mengomentari orang yang belum punya anak karena kita enggak tahu sesungguhnya apakah ini mau atau belum bisa kita kan enggak ada yang tahu gitu, jadi please be wise aja,” kata Sani, Senin (16/6/2025).
Ia mengatakan komentar sering kali datang dari rekan atau keluarga pasangan yang melihat mereka belum memiliki anak. Ia juga menyarankan sebaiknya untuk tidak berkomentar bernada negatif terhadap pasangan yang belum memiliki anak karena hanya akan menambah beban pasangan yang mungkin sedang menunggu momongan namun belum bisa.
Komentar bernada negatif bisa saja memengaruhi psikologis pasangan dan semakin merasa tertekan karena keadaan dan omongan orang lain.
Jika memiliki keputusan yang kuat untuk belum memiliki anak karena alasan finansial atau kesiapan mental yang belum tercapai, maka bisa disampaikan dengan cara yang baik dan tidak perlu takut untuk menanggapi komentar.
BACA JUGA: Viral Ada Pungli di SPMB Bandung hingga Rp8 Juta per Kursi, Ini Komentar Kemendikdasmen
“Keputusan itu kan kita yang buat, kalau kita firm itu apapun kata orang lain ngomong tuh ya kita bisa bilang aja ya memang kita belum merencanakan misalnya, bahwa ‘oh ya nanti masih tahun depan’ misalnya, gitu tanpa harus merasa dikecilkan, direndahkan atau dikomentari negatif,” kata Sani.
Ia mengatakan dalam menjalankan rumah tangga, pasangan suami istri memiliki wewenang sendiri untuk menentukan apakah sudah siap langsung memiliki anak atau menunda dulu.
Keputusan itu bisa karena alasan pekerjaan yang masih sulit untuk ditinggalkan atau merasa belum bisa memberikan fasilitas yang baik untuk anak yang akan diasuhnya nanti.
Ia menyarankan jika memiliki keputusan tersebut bisa memakai alat kontrasepsi yang disetujui kedua pihak agar tercapai apa yang diinginkan sesuai rencana.
“Kalau mereka itu benar-benar memang merencanakan tidak punya anak biasanya mereka pakai sistem pengamanan yang lebih secure apa entah spiral, entah kondom ya, atau iud atau mereka jadwalkan pakai tanggal dan sebagainya,” kata Sani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.