Sikomhati Diterapkan di SMAN 1 Seyegan untuk Cegah Bullying
Sikomhati.id karya Prof. Puji Lestari diterapkan di SMAN 1 Seyegan untuk memperkuat literasi digital dan mencegah bullying.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat diminta untuk bijak dalam memberikan komentar kepada pasangan yang sudah menikah namun belum memiliki anak agar tidak memberikan beban kepada mereka. Hal ini diutarakan psikolog keluarga dari Universitas Indonesia Sani B Hermawan.
“Jangan terlalu mengomentari orang yang belum punya anak karena kita enggak tahu sesungguhnya apakah ini mau atau belum bisa kita kan enggak ada yang tahu gitu, jadi please be wise aja,” kata Sani, Senin (16/6/2025).
Ia mengatakan komentar sering kali datang dari rekan atau keluarga pasangan yang melihat mereka belum memiliki anak. Ia juga menyarankan sebaiknya untuk tidak berkomentar bernada negatif terhadap pasangan yang belum memiliki anak karena hanya akan menambah beban pasangan yang mungkin sedang menunggu momongan namun belum bisa.
Komentar bernada negatif bisa saja memengaruhi psikologis pasangan dan semakin merasa tertekan karena keadaan dan omongan orang lain.
Jika memiliki keputusan yang kuat untuk belum memiliki anak karena alasan finansial atau kesiapan mental yang belum tercapai, maka bisa disampaikan dengan cara yang baik dan tidak perlu takut untuk menanggapi komentar.
BACA JUGA: Viral Ada Pungli di SPMB Bandung hingga Rp8 Juta per Kursi, Ini Komentar Kemendikdasmen
“Keputusan itu kan kita yang buat, kalau kita firm itu apapun kata orang lain ngomong tuh ya kita bisa bilang aja ya memang kita belum merencanakan misalnya, bahwa ‘oh ya nanti masih tahun depan’ misalnya, gitu tanpa harus merasa dikecilkan, direndahkan atau dikomentari negatif,” kata Sani.
Ia mengatakan dalam menjalankan rumah tangga, pasangan suami istri memiliki wewenang sendiri untuk menentukan apakah sudah siap langsung memiliki anak atau menunda dulu.
Keputusan itu bisa karena alasan pekerjaan yang masih sulit untuk ditinggalkan atau merasa belum bisa memberikan fasilitas yang baik untuk anak yang akan diasuhnya nanti.
Ia menyarankan jika memiliki keputusan tersebut bisa memakai alat kontrasepsi yang disetujui kedua pihak agar tercapai apa yang diinginkan sesuai rencana.
“Kalau mereka itu benar-benar memang merencanakan tidak punya anak biasanya mereka pakai sistem pengamanan yang lebih secure apa entah spiral, entah kondom ya, atau iud atau mereka jadwalkan pakai tanggal dan sebagainya,” kata Sani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sikomhati.id karya Prof. Puji Lestari diterapkan di SMAN 1 Seyegan untuk memperkuat literasi digital dan mencegah bullying.
Ariana Grande mengejutkan penggemar setelah memutuskan mengurangi aktivitas publik di tengah kesuksesan album Petal yang menempati posisi pertama Billboard 200.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam