Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Suasana nobar Film Sultan Agung, di Toronto, Kanada./Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Masyarakat Indonesia yang berada di wilayah Toronto, Kanada menyambut antusias pemutaran film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta yang diselenggarakan di KJRI Toronto, Sabtu (27/4/2019) waktu setempat.
Sebanyak lebih dari 100 orang memadati ruang serba guna KJRI Toronto, tempat Nobar berlangsung. Kegitan nobar terlaksana berkat kerja sama KJRI Toronto dengan Mustika Ratu dan Mooryati Soedibyo Cinemas.
Konsul Jenderal Republik Indonesia Toronto, Leonard F. Hutabarat dalam sambutannya menjelaskan tujuan Nobar Sultan Agung yaitu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda mengenai sejarah dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh Sultan Agung.
"Anak muda Indonesia dapat mencontoh jiwa kepemimpinan dan patriotisme Sultan Agung. Semoga film ini juga dapat membangkitkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air bagi generasi muda dan masyarakat Indonesia yang berada di Toronto”, kata Konjen Leonard.
Penyelenggaraan Nobar Sultan Agung yang merupakan bagian dari perayaan Hari Kartini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari masyarakat yang hadir. Termasuk dari mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Toronto.
“Filmnya bagus banget, recommended untuk anak muda. Selain menjelaskan sejarah Sultan Agung, film ini juga membangkitkan rasa nasionalisme“, ungkap Yulian Marco Fonza Awairaro, mahasiswa penerima beasiswa asal Provinsi Papua yang kuliah di Humber College.
“Film ini dapat meningkatkan rasa cinta Tanah Air bagi generasi muda," tambah Dhafa Anam, mahasiswa Centennial College asal Bali.
Selain WNI, terdapat juga warga Kanada yang menyaksikan film berdurasi 2 jam tersebut. Salah satunya Eve Rotstein, pegawai Kementerian Perdagangan Provinsi Ontario.
“Film ini bagus sekali dan saya dapat belajar mengenai sejarah Sultan Agung. Fantastic”, jelas Eve.
Kegiatan Nobar juga dimeriahkan dengan adanya kuis berupa pertanyaan-pertanyaan seputar Sultan Agung yang diajukan langsung oleh Konjen RI kepada para penonton. Beberapa penonton yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah-hadiah menarik. Penonton sangat antusias mengikuti kuis tersebut.
Selain Nobar, KJRI Toronto dan Dharma Wanita Persatuan Toronto juga menyelenggarakan bazar makanan melalui Kedai Indonesia, serta lomba mewarnai untuk anak-anak dengan tema Hari Kartini.
Film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta merupakan film yang diproduseri oleh Ibu BRA Mooryati Soedibyo dan disutradari oleh Hanung Bramantryo. Film ini menceritakan perjuangan dan pengorbanan Sultan Agung dalam melindungi rakyatnya menghadapi VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.
Cristiano Ronaldo gagal membawa Al Nassr juara AFC Champions League Two 2026 setelah kalah 0-1 dari Gamba Osaka di final.
Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada final AVC Men’s Champions League 2026 malam ini di Pontianak.