Bupati Pemalang Peras ASN dan Swasta demi Urus Perkara di KPK
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Nikita Mirzani. /Ist- Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kabar bahagia datang dari artis Nikita Mirzani. Nikita baru saja dikaruniai anak ketiga, dari pernikahannya dengan mantan suami, Dipo Latief.
Kabar persalinan Nikita Mirzani diunggah oleh salah seorang sahabat dekatnya, Fitri Salhuteru melalui Instagram. Di situ Fitri mengungkap kalau Nikita telah melahirkan seorang bayi dengan jenis kelamin laki-laki dengan berat 2,3 kg dan panjang 46 cm, Minggu (28/4/2019) sekitar pukul 07.01 WIB.
"Telah lahir putra dari Nikita pukul 07.01 WIB dengan berat 2,3 kg panjang 46 cm. Ibu dan bayinya sehat dan selamat. Terima kasih atas doa kalian semua. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua," begitu bunyi informasi yang disampaikan Fitri.
Namun sayangnya, Nikita Mirzani agak tertutup mengenai persalinan ketiganya ini. Perempuan 33 tahun itu merahasiakan tempat di mana ia melahirkan.
Sebelumnya, Nikita Mirzani merencanakan untuk melakukan persalinan di Singapura. Namun rencana itu urung dilakukan karena ia takut tak tak ada yang menemani selama persalinan di luar negeri.
Ini menjadi anak ketiga bagi Nikita Mirzani. Sebelumnya, artis kontroversial itu telah dikaruniai seorang putri dan putra, dari dua pernikahan yang berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.