OTT di Nganjuk Dipimpin Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Betulkah?
Peraih gelar doktor yang sempat lolos seleksi awal Capim KPK periode 2019-2023 itu dikabarkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan untuk alih status menjadi ASN.
Ilustrasi/reader's digest
Harianjogja.com, JAKARTA--Cegukan adalah gejala ringan belaka. Namun, seperti tertulis di laman mayoclinic.org ada sejumlah hal yang menyebabkan cegukan bisa terjadi.
"Cegukan adalah kontraksi diafragma yang tidak disengaja, [diafragma adalah] otot yang memisahkan dada Anda dari perut dan memainkan peran penting dalam pernapasan. Setiap kontraksi diikuti oleh penutupan tiba-tiba pita suara Anda, yang menghasilkan suara "hic" yang khas," demikian keterangan awal laman tersebut.
Sejumlah faktor bisa menyebabkan cegukan, misalnya karena makan besar, minuman beralkohol atau minuman berkarbonasi, juga bisa karena lonjakan kegembiraan yang mendadak.
"Dalam beberapa kasus, cegukan mungkin merupakan tanda dari kondisi medis yang mendasarinya. Bagi kebanyakan orang, serangan cegukan biasanya hanya berlangsung beberapa menit. Jarang, cegukan dapat berlangsung selama berbulan-bulan," tulis mayoclinic.org dengan tambahan bahwa cegukan berulang-ulang bisa menyebabkan penurunan berat badan dan kelelahan.
Gejala Cegukan
Cegukan adalah sebuah gejala atau symptom. Kadang-kadang mungkin disertai perasaan agak kaku di dada, perut, atau tenggorokan Anda.
Jika mengalami cegukan hingga lebih dari 48 jam atau jika sangat parah sehingga menyebabkan masalah dengan makan, tidur, atau bernafas segeralah temui dokter.
Adapun faktor tersering yang memicu cegukan kurang dari 48 jam di antaranya :
Sedangkan cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam dapat disebabkan berbagai faktor, yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori berikut:
Kerusakan saraf atau iritasi
Penyebab cegukan jangka panjang salah satunya adalah kerusakan atau iritasi saraf vagus atau saraf frenikus, yang melayani otot diafragma. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan atau iritasi pada saraf-saraf ini termasuk:
Gangguan sistem saraf pusat
Tumor atau infeksi pada sistem saraf pusat Anda atau kerusakan sistem saraf pusat Anda akibat trauma dapat mengganggu kontrol normal tubuh terhadap refleks cegukan. Contohnya termasuk:
Gangguan metabolisme dan obat-obatan
Cegukan jangka panjang juga dapat dipicu oleh beberapa hal berikut:
Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko cegukan antara lain masalah mental atau emosional. Kecemasan, stres dan kegembiraan telah dikaitkan dengan beberapa kasus cegukan jangka pendek dan jangka panjang.
Tindakan operasi juga dapat menjadi faktor cegukan. Beberapa orang mengalami cegukan setelah menjalani anestesi umum atau setelah prosedur yang melibatkan organ perut.
Satu hal yang perlu diingat cegukan yang berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi dan mengganggu makan, tidur dan bicara Anda termasuk saat berpidato. Penyembuhan luka setelah operasi pun bisa terdampak akibat cegukan yang berkepenjangan.
Satu hal penting lainnya, ternyata laki-laki jauh lebih mungkin mengalami cegukan jangka panjang dibandingkan perempuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : mayoclinic/Bisnis.com
Peraih gelar doktor yang sempat lolos seleksi awal Capim KPK periode 2019-2023 itu dikabarkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan untuk alih status menjadi ASN.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.