Cuaca Ekstrem Picu Buka Tutup Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
ASDP memberlakukan buka tutup penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akibat cuaca buruk di Selat Bali dan menyiapkan armada tambahan.
Uya Kuya dan istri, Astrid. /Suara.com-Ismail
Harianjogja.com, JAKARTA-- Istri dari presenter Uya Kuya, Astrid Khairunnisa, baru saja merayakan ulang tahunnya ke-39 pada 20 Maret lalu. Sebagai suami, Uya Kuya memberi kado berupa jam tangan.
“Iya itu hadiah biasa, kemarin dia [Astrid Kuya] ulang tahun. Jadi gue kasih jam,” ucap Uya Kuya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).
Menurut artis 43 tahun itu, jam tangan dipilih sebagai kado lantaran sudah bosan memberikan tas dan barang elektronik. Apalagi, kata pemain Bad Wolf itu, jam tangan kata pemain Bad Wolves itu memiliki nilai investasi yang bagus.
“Bosan tiap tahun tas mulu. Nah, sekali-sekali beliin kado istri yang ada nilai investasinya. Jam tangan kan ada investasinya tuh. Nah, pas dikasih itu dia juga seneng banget,” tutur Uya Kuya.
Ayah dua anak itu menyebut bahwa perempuan yang dinikahinya sejak tahun 2003 itu memang sudah menginginkan jam tangan jenis itu sejak lama. Sayangnya, Uya Kuya tak mau membeberkan berapa harga jam tangan yang diberikan kepada istrinya itu.
“Itu penginnya dia dari lama, tapi jam biasa aja itu. Belinya di Indonesia, harganya rahasia dong,” Uya Kuya menandaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
ASDP memberlakukan buka tutup penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akibat cuaca buruk di Selat Bali dan menyiapkan armada tambahan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Menperin Agus Gumiwang menyebut Indonesia tengah bertransformasi menjadi basis produksi otomotif. Produksi kendaraan nasional tumbuh 11,3 persen pada semester I
Forum tertinggi organisasi perusahaan pers di Aceh ini menjadi ajang adu gagasan sekaligus pertarungan demokratis yang berlangsung ketat.
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.