Kilang Plaju Perkuat Ketahanan Energi dengan B50 dan Inovasi
Kilang Plaju memperkuat ketahanan energi lewat implementasi B50, inovasi refrigeran Breezon MC-32, dan produksi Polytam.
Vanessa Angel. /Suara.com-Sumarni
Harianjogja.com, JAKARTA- Penampilan menjadi hal utama bagi artis. Karenanya, mereka rela merogoh kocek demi kebutuhan penampilan. Aktris Vanessa Angel termasuk yang peduli penampilan.
Ia pun blak-blakan soal uang yang digelontorkan setiap kali menjalani perawatan. Tidak tanggung-tanggung, Vanessa Angel rupanya harus mengeluarkan uang jutaan rupiah demi mempercantik diri.
Buktinya untuk treatment Hollywood Face and Body Sculpting pada bagian dagunya di klinik kecantikan Gloskin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dia sampai merogoh duit Rp 3,5 juta.
"Kalau bayaran relatif tergantung dari kliniknya, tergantung perawatan. Karena sekarang alat canggih-canggih jadi memengaruhi harga juga," ujar Vanessa Angel setelah perawatan pada Rabu (19/12/2018).
Apalagi perawatan yang dijalani mantan tunangan Didi Mahardika ini tidak cuma sekali. Rangkaian treatment itu harus dilakukan setidaknya setiap bulan.
"Harus rutin karena memang itu kan harus di maintance perawatannya biar hasilnya maksimal," kata Vanessa Angel.
Meskipun harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit, perempuan 26 tahun ini ternyata tidak ambil pusing. Baginya untuk menjadi cantik memang perlu banyak pengorbanan.
"Ya nggak apa-apalah. No beauty no pain kan istilahnya," tutur Vanessa Angel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kilang Plaju memperkuat ketahanan energi lewat implementasi B50, inovasi refrigeran Breezon MC-32, dan produksi Polytam.
Profil Nuzran Joher, Ketua Ombudsman RI 2026–2031, mulai dari pendidikan, karier organisasi, DPD RI, MPR hingga kiprahnya di Ombudsman.
Kecelakaan truk dan pikap bermuatan lele terjadi di Jalan Wonosari Km 12 Piyungan, Bantul. Empat orang jadi korban, dua meninggal.
Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang saat aksi unjuk rasa di Jakarta. Mereka kedapatan membawa petasan, flare, dan botol untuk molotov.
BYD Indonesia mencatat lebih dari 4.000 SPK di GIIAS 2026. M6 DM menyumbang lebih dari 850 SPK atau sekitar 20%.
Sidang perdana Little Aresha mengungkap dugaan kekerasan terhadap anak, termasuk kepala anak yang disebut ditenggelamkan ke bak mandi.