Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Yusuf Mansur. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA – Atlet wushu Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi menggelar resepsi pernikahan, Minggu (9/12/2018) malam. Salah satu tamu yang hadir adalah Ustadz Yusuf Mansur.
Ustadz yang dikenal sebagai wirausahawan ini mengaku terpukau dengan pertunjukkan wushu yang ditampilkan dalam resepsi pasangan atlet nasional tersebut.
Ustadz Yusuf Mansur juga memuji penampilan atlet-atlet wushu cilik yang beraksi di hadapannya. Dia mengatakan, setelah pernikahan Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi di helat, wushu akan semakin terkenal dan dicintai masyarakat.
“Kita kan biasanya pakai palang pintu Betawi tuh, ini pakai wushu. Atlet-atlet kecil, anak-anak, beda dah kalau dua jagoan wushu itu nikah kayak gitu modelnya, keren!. Menurut saya, setelah ini akan banyak orang yang lebih suka wushu, bakal lebih terkenal lagi, semua akan cinta sama wushu, termasuk saya nanti kalau ceramah bawa gituan,” beber Ustaz Yusuf Mansur ketika menghadiri resepsi pernikahan Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi, Jakarta, Minggu 9 Desember 2018 malam.
Lebih lanjut, Ustadz Yusuf Mansur mengakui ternyata dia sudah sejak lama tertarik untuk belajar wushu. Alasannya sederhana, dia suka melihat gerakannya, yang indah dipandangan mata.
“Dari dulu saya memang mau belajar wushu. Kayaknya cakep itu gerakannya, Ya Allah,” ungkap Ustadz Yusuf Mansur.
Tidak cukup sampai ingin belajar saja, Ustadz Yusuf Mansur bahkan berencana akan menjadikan wushu sebagai olahraga resmi di rumah tahfidz yang berada di dalam dan luar negeri. Saking totalitasnya dan sangat menyukai wushu, ia berniat berjualan tongkat wushu.
“Saya memang ingin menjadikan wushu sebagai olahraga resmi di rumah tahfidz, yang kami kelola dalam dan luar negeri. Jadi cabang Eropa, Amerika, Inggris Raya, Hong Kong, cabang Asia, termasuk Timur Tengah, salah satu olahraganya wushu. Biarin dah nanti saya jualan tongkat, iya kan? Biasa, otak dagang, bawaannya dagang aja!,” tandas Ustadz Yusuf Mansur, yang semalam mengenakan kemeja warna merah maroon yang dibalut lagi dengan jaket warna cokelat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.