Program FLPP Dikebut, Ara Yakin Penyaluran 350.000 Rumah Tercapai
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Stephen Hillenburg pencipta SpongeBob Square Pants
Harianjogja.com, JAKARTA--- Penyakit syaraf amyotrophic lateral sclerosis (ALS) merenggut dua tokoh dunia, Stephen Hillenburg pencipta SpongeBob Square Pants dan fisikawan Stephen Hawking.
Berbeda dengan Hillenburg yang hanya bertahan setahun sejak dia diketahui mengidap ALS, Hawking mampu bertahan hidup hingga berusia 76 tahun. Padahal di awal sakitnya, pada 1963 atau sejak berusia 21 tahun, banyak dokter yang memperkirakan Hawking hanya bertahan hidup selama dua tahun.
Namun, takdir berkata lain. Hawking bisa bertahan hingga lebih dari 50 tahun. Tubuhnya memang lumpuh tetapi akal pikirannya masih aktif, dan dengan dibantu mesin dia mampu menjalankan aktivitas hariannya.
Penyakit syaraf amyotrophic lateral sclerosis tergolong langka dan memang tak banyak yang bisa bertahan hidup lama, dan Hawking salah satu yang beruntung.
Dilansir BBC pada Rabu (28/11/2018), Nickelodeon menyatakan Hillenburg didiagnosis mengidap penyakit tersebut pada Maret 2017.
“Dengan hati yang sedih, kami menyampaikan bahwa Stephen Hillenburg, pencipta SpongeBob SquarePants, telah tiada,” tutur Nickelodeon melalui akun Twitter resminya.
Sejak ditayangkan hampir 20 tahun lalu, SpongeBob SquarePants sudah dikenal luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Para karakter penghuni Bikini Bottom lainnya pun tidak hanya dikenal oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa.
Penyakit yang diderita dua tokoh dunia tersebut menyebabkan terjadinya degenerasi dan kematian motor neuron, yakni sel saraf dari otak yang menjangkau saraf tulang belakang dan otot di seluruh tubuh. Sel-sel ini menginisiasi dan memberikan jalur komunikasi vital antara otak dan otot-otot sukarela.
ALS menyerang sel saraf (neuron) yang bertanggung jawab atas kontrol terhadap pergerakan otot secara sukarela. Gerakan otot sukarela ini misalnya mengunyah, berjalan, dan berbicara.
Penderita penyakit ini akan mengalami gejala yang makin parah dari waktu ke waktu. Sampai saat ini, belum ada obat untuk ALS maupun bentuk perawatan untuk menahan tingkat keparahannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,