Jepang Punya 107.677 Warga Berusia 100 Tahun, Cetak Rekor Baru

Jumali
Jumali Kamis, 17 September 2026 10:27 WIB
Jepang Punya 107.677 Warga Berusia 100 Tahun, Cetak Rekor Baru

Jepang./JIBI

Harianjogja.com, JOGJA— Jepang kembali mencatat rekor jumlah penduduk berusia sangat lanjut. Untuk pertama kalinya, jumlah warga yang berusia 100 tahun atau lebih di negara tersebut menembus angka 100.000 orang.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat terdapat 107.677 centenarian, sebutan bagi orang yang berusia 100 tahun atau lebih, per 1 September 2026.

Jumlah tersebut bertambah 7.914 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Rekor itu sekaligus menjadi peningkatan selama 56 tahun berturut-turut sejak pencatatan jumlah penduduk berusia 100 tahun atau lebih dilakukan.

Dari total tersebut, 94.298 orang atau sekitar 87,6% merupakan perempuan. Sementara itu, jumlah centenarian laki-laki mencapai 13.379 orang.

Menteri Kesehatan Jepang Kenichiro Ueno menyambut pencapaian tersebut. Ia mengatakan semakin banyak orang yang dapat menjalani hidup panjang dan tetap aktif merupakan hal yang menggembirakan.

“Saya sangat senang begitu banyak orang tetap aktif dan sehat dalam waktu yang begitu lama,” kata Ueno dalam konferensi pers, dikutip dari data Kementerian Kesehatan Jepang.

Jepang Punya Penduduk Berusia 100 Tahun Terbanyak dalam Rekor

Lonjakan jumlah centenarian di Jepang sebenarnya sudah berlangsung selama beberapa dekade.

Saat statistik mulai dihimpun pada 1963, Jepang hanya memiliki 153 penduduk berusia 100 tahun atau lebih. Jumlah tersebut kemudian melewati 1.000 orang pada 1981, menembus 10.000 orang pada 1998, dan mencapai lebih dari 50.000 orang pada 2012.

Kini, jumlahnya telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2012.

Data Bank Dunia juga menunjukkan Jepang memiliki angka harapan hidup saat lahir sekitar 84 tahun pada 2024, sedangkan Amerika Serikat sekitar 79 tahun. Populasi Jepang tercatat 123,37 juta jiwa pada 2025 dan mengalami pertumbuhan negatif 0,5%.

Kementerian Kesehatan Jepang menyebut sejumlah faktor yang berkaitan dengan bertambahnya jumlah penduduk berusia sangat lanjut, antara lain perbaikan lingkungan hidup, pola makan dan kondisi gizi, serta kemajuan teknologi medis.

Siapa Orang Tertua di Jepang?

Nippon mengungkapkan, rekor jumlah centenarian tersebut juga diiringi keberadaan sejumlah warga Jepang yang telah mencapai usia di atas 110 tahun.

Fuyo Kishimoto, perempuan asal Kyoto, saat ini tercatat sebagai orang tertua di Jepang dengan usia 114 tahun. Status tersebut diperoleh setelah Shigeko Kagawa, yang sebelumnya merupakan orang tertua di Jepang, meninggal dunia pada 27 Agustus 2026 dalam usia 115 tahun.

Sementara itu, Hikaru Kato dari Kumamoto merupakan pria tertua di Jepang. Ia genap berusia 112 tahun pada Mei 2026.

Rekor Panjang Umur di Tengah Krisis Demografi

Di balik rekor jumlah penduduk berusia 100 tahun tersebut, Jepang menghadapi persoalan demografi yang tidak kalah besar.

Jumlah penduduk Jepang secara keseluruhan terus menyusut. Pada 2025, populasi negara tersebut tercatat sekitar 123,37 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk negatif 0,5% menurut Bank Dunia.

Kondisi tersebut membuat Jepang menghadapi kombinasi antara semakin banyak penduduk lanjut usia dan menyusutnya jumlah penduduk usia produktif.

Dampaknya tidak hanya terasa pada kebutuhan layanan kesehatan dan perawatan lansia. Struktur penduduk yang semakin menua juga menjadi tantangan bagi keberlanjutan sistem jaminan sosial dan ketersediaan tenaga kerja.

Menteri Kesehatan Kenichiro Ueno mengatakan bertambahnya jumlah warga lanjut usia juga memiliki sisi positif karena semakin banyak orang dengan masa hidup sehat yang dapat tetap berkontribusi bagi masyarakat. Namun, pemerintah tetap perlu memastikan sistem jaminan sosial dapat bertahan seiring berlanjutnya proses penuaan penduduk.

Dengan demikian, rekor 107.677 centenarian tidak hanya menunjukkan semakin panjangnya usia penduduk Jepang, tetapi juga menggambarkan perubahan besar dalam struktur demografi negara tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online