Gunung Sinabung Erupsi, 21 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Ilustrasi anak memegang ponsel/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Gawai sangat berbahaya bagi perkembangan pribadi anak-anak jika penggunaannya tidak terkontrol. Orang tua pun bisa terdampak.
Menghindarkan anak dari gadget sepertinya jadi hal yang mustahil saat ini. Namun orang tua diwajibkan Saskhya Aulia Prima, Psikolog dan pendiri Tiga Generasi mengatakan orang tua tidak akan bisa melarang anak untuk tidak bermain gadget. Yang bisa dilakukan adalah perlahan-lahan mengurangi kecanduan anak dengan mengajaknya bermain.
"Kalau anak sudah adiksi, kita enggak bisa menghilangkan adiksi itu. Misalnya dia main tiga jam, lama-lama dikurangin. Kita harus kurangin pelan-pelan. Kadang-kadang yang anak gadget itu, karena orang tuanya yang enggak ngajak main anaknya, nyanyi bareng atau ngobrol bareng," ujar Saskhya di Jakarta belum lama ini.
Orang tua diharapkan bisa menjadi contoh bagi anaknya. Kalau orang tua sering memegang gadget di depan sang anak, pasti akan ditiru olehnya.
"Sebagai orang tua harus jadi role model. Kalau kita bilang anak enggak boleh main gadget, ya jangan di depan anak kita main gadget. Anak jadi lihat, lah orang tuanya main gadget, jadi dia ikut," jelas Saskhiya.
Selain itu, baiknya orang tua juga membuat peraturan yang ditaati bersama. Misalnya, pada ruang tertentu dilarang untuk bermain gadget.
"Misalnya di ruang makan, di ruang tidur, dan ruangan belajar free gadget. Di luar itu mungkin boleh ada. Makin lama, pelan-pelan menguranginya," katanya.
Menurut Saskhya, gadget dibutuhkan untuk mencari pengetahuan. Sedangkan untuk melatih kemampuan motorik, lebih baik menggunakan permainan.
"Kalau gadget itu lebih ke pengetahuan, kalau motorik itu tidak masuk. Semua tergantung umur," terang Saskhya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Tujuh kambing warga Tepus, Gunungkidul, mati dengan luka gigitan diduga akibat serangan kawanan hewan liar di tengah kemarau
Polda Metro Jaya menetapkan 47 tersangka terkait kerusuhan di kawasan DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026. Tiga orang baru diamankan.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
BNPT mencatat 620 anak usia 11-18 tahun terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial hingga 26 Agustus 2026.
SPBU Mlati membatasi pembelian Pertalite 5 liter untuk motor. Pertamina menyebut kebijakan itu membantu mengurangi antrean dan menjaga kuota.