Eks Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Jual Beli Gas
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso dituntut lima tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas yang merugikan negara Rp255 miliar.
Angel Lelga dan Vicky Prasetyo./Ist-Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA -- Video penggerebekan Angel Lelga oleh Vicky Prasetyo telah menyita perhatian publik. Tak terkecuali bagi presenter kondang, Deddy Corbuzier.
Ayah satu anak itu mengaku tak mampu menahan rasa penasaran ketika rekaman penggerebekan Angel Lelga tayang di mana-mana. Karena hal itu, Deddy Corbuzier merasa jadi alay.
"Gue merasa belakangan ini, gue jadi alay. Tepatnya, berapa hari belakangan ini gue jadi sangat alay," ujar Deddy Corbuzier dalam video yang diunggah di channel YouTube-nya, Senin (19/11/2018).
"Karena gue nonton di YouTube dan gue menikmati di YouTube tentang perselingkuhan Angel Lelga dari Vicky Prasetyo," sambungnya lagi.
Lelaki kelahiran 28 Desember 1976 itu menganggap video penggerebekan Angel Lelga memang sengaja dibuat oleh pihak-pihak tertentu. Namun nyatanya, ia tetap terpancing untuk menjadi satu dari ribuan orang yang menyaksikan rekaman persitiwa dramatis tersebut.
"Gue tahu video itu dibuat pasti tujuannya untuk ditonton orang banyak. Dan gue adalah salah satu orang yang kepancing untuk nonton. Jadi gue merasa bahwa gue alay," ungkap Deddy Corbuzier.
Senada dengan pernyataan beberapa artis yang menanggapi drama Angel Lelga dan Vicky Prasetyo, Deddy Corbuzier merasa konten itu tak penting.
"(Merasa alay) Gara-gara gue nonton hal nggak penting seperti itu," kata Deddy Corbuzier.
Seperti diketahui, Vicky Prasetyo menggerebek rumah Angel Lelga yang berada di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018) dini hari. Ia didampingi keluarga, kerabat, ketua RT setempat, dan sejumlah warga.
Dari situlah mereka memergoki Angel Lelga dan pesinetron Fiki Alman sedang berada di dalam kamar. Atas kejadian ini, Vicky Prasetyo resmi melaporkan keduanya ke polisi dengan pasal perzinaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso dituntut lima tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas yang merugikan negara Rp255 miliar.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.