Timnas Indonesia Waspadai Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
Slank. /Suara.com
Harianjogja.com, PEKANBARU- Band tanah air, Slank menjadi idola di tanah air. Mereka memiliki jutaan penggemar. Hampir setiap menggelar konser, Kaka cs selalu dipadati penonton.
Tapi rupanya, Slank juga punya pengalaman menggelar konser sepi penonton. Malah, penonton yang datang bisa dihitung dengan jari, 10 orang penonton!
Kejadian itu terjadi ketika Slank menggelar konser internasionalnya di Amerika Serikat, pada 2008 lalu.
"Kami di Amerika Serikat syukur-syukur ada yang nonton 10 orang, bahkan ada beberapa tempat kita main yang benar-benar 10 orang aja. Dan orang itu benar-benar tak tahu kami ini siapa," kata Kaka Slank, saat acara temu penggemar di Pekanbaru, Rabu (14/11/2018), seperti dikutip dari Antara.
Selain menggelar konser internasional di Amerika Serikat, Slank juga saat itu mencari seorang produser, untuk menggarap album internasionalnya. Mereka pun mendapatkan seorang produser benma Saraceno dari Los Angeles. Saraceno merupakan guru gitar Ridho Slank, saat sang gitaris belajar gitar sebelum terkenal menjadi gitaris Slank.
"2007 sebulan rekaman di LA, prosesnya seru. Biasa berpuluh tahun produser sendiri, Slank sebagai produser, kini kami balik lagi jadi yang diproduseri orang. Ini bule, dikasih target, seminggu rekaman, seminggu overdub," ungkapnya.
Setelah itu satu bulan mixing master dan tahun 2018 rilis dan kemudian tur 15 kota di Amerika Serikat. Pada saat itulah Slank yang biasanya manggung puluhan ribu orang, kini ditonton ada yang 10 orang.
"Itu kami bangunnya dari bawah banget. Kami perkenalkan diri kami Slank, band Rock and Roll dari Indonesia. Kami perkenalkan Indonesia, \'You Know Bali ? Kadang orang Amerika tak tahu Indonesia tapi Bali tahu. Kita berjuang perkenalkan diri lagi, kayak dari nol lagi," tutur Kaka Slank.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.