Mariah Carey Boyong Keluarganya Ikut ke Jogja

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Senin, 05 November 2018 18:50 WIB
Mariah Carey Boyong Keluarganya Ikut ke Jogja

Pihak promotor Rajawali Indonesia bersama HIMBARA dan TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dalam Press Conference HIMBARA Borobudur Symphony 2018 Mariah Carey Live In Concert di Hotel Tentrem, Senin (5/11/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi

Harianjogja.com, JOGJA - Konser HIMBARA Borobudur Symphony 2018 Mariah Carey Live In Concert akan digelar besok. Pihak promotor Rajawali Indonesia memaparkan persiapan final dan kisah-kisah panitia dengan Mariah Carey.

Melihat antusiasme Mariah dan penjualan tiket, pihak BUMN optimistis konser ini akan meningkatkan hunian hotel dan peredaran uang di Magelang dan sekitarnya.

CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi mengatakan Mariah Carey sudah mendarat di Kota Jogja dengan pesawat jet pribadinya pada 01.24 WIB.

Tanpa diduga, dia turut membawa keluarganya ke Kota Jogja. Anas mengaku menyambut kedatangan Mariah paling menarik. Pasalnya tak mudah mengatur regulasi landing pesawat jet pribadi Mariah di Bandara Adisutjipto.

"Mariah Carey minta landing di luar jam operasional bandara. Alhamdulillah koordinasi cukup baik dengan Lanud, riders Mariah juga sudah bisa kami penuhi," kata Anas dalam press conference Borobudur Symphony 2018 di Hotel Tentrem, Senin (5/11/2018).

Memenuhi segala riders diva internasional berusia 47 tahun itu, menurut Anas, bukan rumit. Namun justru menarik. Diakuinya dia dan pihak promotor sudah berganti riders sebanyak lima kali. "Saya rasa itu bentuk perfeksionis mereka, termasuk hari ini Mariah tidak ikut prescon karena ingin jaga suaranya. Jadi setelah konser di Singapura, dia langsung terbang ke Indonesia, istirahat dua hari full. Di negara lain pun dia juga tidak prescon," kata Anas.

Konser megah diva internasional yang pertama kalinya di Candi Borobudur ini mengundang antusiasme yang sangat tinggi. Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono, mengatakan manfaat langsung ke Magelang terlihat jelas. Hari ini terjadi perputaran uang cukup tinggi di sekitar Candi Borobudur.

"Tentunya juga merembet ke Jogja dan Semarang. Kita bisa membayangkan satu orang saja spending bisa Rp1 Juta hingga Rp5 Juta, apalagi kalau ribuan, itu sudah beri dampak langsung. Tetapi bukan itu yang kita kejar saat ini, tetapi efek promosi pariwisata selanjutnya," kata Edy.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online