Beda Konsep Pernikahan Tradisional dan Modern
Dear calon pengantin, ini perbedaan konsep pernikahan tradisional dan modern yang perlu Anda ketahui.
Ilustrasi camping/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Setiap keluarga memiliki cara khusus untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Hal paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan taman bermain, makan malam atau nonton bersama, hingga berlibur ke luar kota.
Biasanya, saat berlibur ke luar kota, orang tua sering mengajak anaknya menginap di hotel. Padahal, selain di hotel, ada cara lebih seru dan unik yang bisa menjadi alternatif saat berwisata ke luar kota yaitu dengan cara berkemah.
Selain lebih mempererat ikatan dan kebersamaan di antara keluarga, berkemah juga dapat dijadikan sarana untuk mengajarkan anak lebih dekat dengan alam. Melalui kegiatan tersebut, anak dapat leluasa menghirup udara segar, bermain di tengah pepohonan dan hutan pinus hingga menikmati jernihnya aliran sungai.
Psikolog anak dan keluarga dari Yayasan Bhakti Adhira Nyi Mas Diane mengatakan saat kamping di alam bebas banyak hal yang dapat dilatih kepada anak, mulai dari melatih kecerdasan kinestetik, keberanian, kemandirian, hingga kemampuan manajemen.
“Kemampuan manajemen benar-benar terlatih saat kamping mulai dari mengatur jadwal keberangkatan, barang bawaan, mempersiapkan waktu untuk membangun tenda, memasak, dan istirahat semua harus tertata agar kamping berjalan seru, aman, lancar, dan menyenangkan,” ujarnya.
Bagaimanapun menginap di alam bebas dengan membangun kemah tentu akan berbeda dengan menginap di hotel. Tidak semua kebutuhan yang diperlukan telah tersedia sehingga orang tua dan anak harus mempersiapkannya sendiri.
Jika segala kebutuhan telah terpenuhi, selanjutnya orang tua dapat dengan leluasa mengajak anak bermain di alam. Memperkenalkan mereka dengan indahnya tetesan embun pagi, menikmati terbitnya mentari pagi, serta memandangi hijaunya pepohonan.
“Ada anak yang dari dasarnya merupakan anak tipe dominan naturalis sehingga akan sangat menghargai semua keindahan alam. Tapi ada juga anak yang tidak dominan naturalis, mereka akan biasa saja. Anak memang beda-beda, tapi orang tua bisa mengarahkan dan mengajaknya untuk lebih dekat dengan alam,” ujarnya.
Dia mengatakan orang tua dapat mengajak anak-anak berwisata kamping sejak masih kecil sebab kecerdasan alam dapat dibangkitkan sedari dini. Namun, orang tua harus benar-benar memastikan segala kebutuhan dan perlengkapan bayi harus dibawa.
Selain itu, karena ini merupakan liburan alam yang dilakukan bersama anak-anak, maka orang tua harus benar-benar memperhatikan kesehatan anak sebelum berwisata alam.
Apalagi jika anak yang diajak masih bayi dan balita, masih sangat rentan dengan berbagai penyakit. Untuk itu, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak. “Jangan sampai sepulang dari kamping malah sakit.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Dear calon pengantin, ini perbedaan konsep pernikahan tradisional dan modern yang perlu Anda ketahui.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.