KPK Dalami Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau
KPK mendalami temuan uang di rumah Plt Gubernur Riau dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan di Pemprov Riau.
Nikita MIrzani. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA -- Aktris Nikita Mirzani mengungkap ihwal penyakit-penyakit yang pernah diidap oleh sang suami, Dipo Latief. Menurut Niki, Dipo pernah terkena penyakit kulit berupa benjolan dan jika ditekan mengeluarkan cairan.
"Iya, jadi beberapa bulan lalu dia (Dipo Latief) sempat kena sakit kulit. Memang Niki yang ngurus, tiba-tiba aja gitu sakitnya. Terus keluar kayak air dari dalam. Terus pecah dan jadi kayak kebakar," ungkap Nikita Mirzani, saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (22/10/2018).
Pemain film Jakarta Undercover itu menegaskan tak tahu asal mula penyakit kulit yang dialami Dipo Latief. Sambil tertawa Nikita Mirzani mengatakan kalau itu azab yang diderita Dipo Latief karena selalu membohongi dirinya.
"Iya, kena azab kali. Azab dari Allah karena suka bohongin istri," ujar Nikita Mirzani sambil tertawa.
Pemain film Si Juki The Movie itu menambahkan, selama dengan dirinya, anak pengusaha Abdul Latief itu selaku diurus dan dirawatnya. Belakangan, saat proses gugatan isbat berlangsung, Dipo kata Niki tak ada yang mengurus kembali.
"Sekarang jadi jelek banget. Hitam, dekil, nggak terurus, minyakan gitu mukanya. Dulu kan waktu sama Niki, Niki urus semua dari mandinya, pakaiannya pokoknya semua deh. Ke salon bareng, potong rambut, sekarang aduh kacau," kata Nikita Mirzani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
KPK mendalami temuan uang di rumah Plt Gubernur Riau dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan di Pemprov Riau.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Kolaborasi lintas negara tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata bersama masyarakat.