Groundbreaking PSEL Bali, Pemerintah Bidik Energi Bersih dari Sampah
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Opie Kumis./suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Artis Opie Kumis ternyata hidup dengan dua orang istri. Ia buka-bukaan mengenai kehidupan poligaminya. Menurut pelawak berusia 60 tahun tersebut, seorang manusia tidak akan mengetahui soal siapa jodoh yang telah digariskan oleh Tuhan.
"Sebetulnya semua ini ada jalurnya dari Allah, kita enggak tahu nih kehidupan kita gimana," ujar Opie Kumis saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).
"Kita kan enggak tahu jodoh kita siap tahu tahu kita nikah sama tetangga, atau sama orang jauh. Sama halnya gue, mungkin Allah sudah takdirin sekian sekian sekian, memang sudah Allah takdirin," tambahnya.
Opie Kumis mengungkapkan bahwa istri-istrinya tidak pernah menyetujui untuk dipoligami. Kendati demikian bagi pria yang sempat menikah sebanyak dua kali sebelumnya tersebut, ia hanya menjalani kehidupan sebagaimana mestinya.
"Oh kita enggak usah bicara soal kalau kita nikah istri setuju apa nggak, yang jelas enggak setuju, yang penting kita sebagai laki-laki tinggal begimana kita bisa jalanin hidup," ungkap Opie Kumis.
"Sekarang enggak usah bicara kawin, misalnya beli perhiasan kalau gue bilang ini lebih cakep, dia bilang enggak ini lebih cakep, soal perhiasan saja enggak cocok apalagi soal berbagi hati," imbuhnya.
Soal keadilan untuk kedua istrinya, pemain fim Midnight tersebut menyebutkan kalau setiap manusia pasti kesulitan untuk bersifat seperti itu. Meski demikian, Opie Kumis tetap melakukan apapun secara ikhlas terhadap istri-istrinya.
"Kalau bicara soal adil, manusia susah untuk adil, yang penting ikhlas yang penting ridho. Gini kalau gua beliin dia TV 20 inch, dia 24 inch, gua tanya ama yang 20 inch adik ikhlas enggak dibeliin yang 20 inch, ikhlas ridho mudah-mudahan begitu adil," tutup Opie Kumis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.