FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Ilustrasi Pasangan/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Penelitian terbaru menyebutkan, pasangan yang pamer kemesraan memiliki alasan tertentu.
Sebuah penelitian menemukan alasan mengapa seseorang gemar pamer kemesraan mereka di depan umum. Dalam studi yang diterbitkan dalam The Journal of Sex Research, para peneliti mencari tahu, apa yang mendorong seseorang untuk memamerkan kemesraan mereka secara intens.
Dilansir dari Women\'s Health, penelitian ini melibatkan 155 mahasiswi dan 194 mahasiswa. Mereka diminta untuk mengisi kusioner online, terkait pamer kemesraan di depan umum. Dalam kuesioner responden diberi kuis dengan nama peformative making out (pertunjukan kemesraan) atau pamer kemesraan agar dilihat orang lain.
Hasilnya pun menunjukkan bahwa banyak responden yang tidak menyukai bermesraan di depan umum. Di mana sebanyak 32% wanita dan 37% pria dalam penelitian ini mengaku pernah melakukannya. Para peneliti juga mencari tema besar dari data tersebut dan menemukan beberapa alasan menarik, yakni 55% wanita mengatakan bermesraan di depan umum untuk membuat orang lain cemburu.
Selain itu, 34% lainnya mengatakan, melakukan hal tersebut untuk menunjukkan hubungan mereka dan 30% lainnya, bermesraan di depan umum untuk meningkatkan citra mereka. Sedangkan untuk pria, pamer kemesraan di depan umum bertujuan untuk mendongkrak citra mereka sebanyak 59%, 38% pria bermesraan di depan umum hanya untuk membuktikan jika mereka bisa dan 20% lainnya ingin memamerkan hubungan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.