Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi ibu dan anak/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Kaum ibu, untuk bahagia sebenarnya tak perlu menunggu sampai semua kebutuhan tercukupi atau sekedar mendapat pujian dari pasangan atas suatu pencapaian dalam hidup.
Psikolog anak dan keluarga Vera Itabilina Hadiwidjojo, Psi, mengatakan, merasa bahagia bisa dimulai dari hal sederhana seperti memilih menu makanan sendiri saat makan bersama keluarga di sebuah restoran.
"Praktisnya, ibu khususnya memikirkan orang lain. Ibu juga harus memikirkan dirinya, mulai dari hal kecil seperti memesan makanan yang disuka di restoran. Hal-hal kecil seperti itu," kata dia di Jakarta, belum lama ini.
Di sisi lain, jangan membebankan diri untuk bisa melakukan segala hal dan tak perlu memberi standar tinggi pada sesuatu. Sebaiknya sesuaikan segalanya dengan realita dan jangan lupa bersyukur. "Jangan paksakan semua dilakukan sendiri. Standar kita ke orang sekitar jangan terlalu tinggi, termasuk pasangan. Sesuaikan dengan realita yang ada," tutur Vera.
Menurut dia, bahagia adalah sebuah pilihan dan hal ini tidak akan menjadi sulit bila Anda menggantungkannya pada seseorang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Lima daerah meraih Penghargaan IKD 2026 dari PII dan Kemendagri. Maluku Utara mendapat Platinum, disusul Riau, Sragen, DKI Jakarta, dan Balikpapan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pameran khusus karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia sebagai penghormatan bagi sang maestro.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.