BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Ilustrasi potongan ikan salmon/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Makan ikan memang sehat, tetapi lain ceritanya jika ikan-ikan itu terpapar merkuri. Zat yang berbahaya bagi tubuh Anda. Dari beragam jenis ikan, ada empat yang jenis yang rawan terpapar merkuri.
Berikut ini daftarnya seperti dilansir Boldsky belum lama ini:
Makarel
Meskipun dianggap sebagai ikan sehat karena mineral magnesium yang tinggi, makarel adalah ikan yang mengerikan. Sebab, ikan laut itu mengandung jumlah tinggi merkuri yang beracun.
Swordfish
Swordfish berbahaya untuk dikonsumsi, karena juga memiliki jumlah tertinggi merkuri hadir dalam tubuhnya. Salah satu jenis ikan todak ini berisi sekitar 976 ppm merkuri. Akibatnya, bila dimakan, risikonya dapat merusak sel-sel di otak manusia.
Tuna
Tuna sirip biru dan tuna mata besar adalah jenis ikan yang tidak aman dikonsumsi. Keduanya adalah ikan yang mengandung merkuri tertinggi setelah ikan todak.
Salmon
Wah, ternyata ikan salmon persisten dengan polutan organik. Zat berbahaya tersebut adalah pemicu timbulnya diabetes. Tanpa disadari, apabila Anda sering mengonsumsinya juga dapat menambah berat badan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Lima daerah meraih Penghargaan IKD 2026 dari PII dan Kemendagri. Maluku Utara mendapat Platinum, disusul Riau, Sragen, DKI Jakarta, dan Balikpapan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pameran khusus karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia sebagai penghormatan bagi sang maestro.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.