Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Judas Priest
Harianjogja.com, JOGJA—Band heavy metal asal Inggris, Judas Priest, dijadwalkan manggung di Jakarta pada 7 Desember 2018 di Ecopark Ancol, Jakarta Utara.
Konser band legendaris di dunia metal ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB dan dipromotori Rajawali Indonesia Communication, yang juga menjadi promotor Jogjarockarta.
“Jumpa pers soal Judas Priest akan dilangsungkan hari ini. Terima kasih, kami [Rajawali Indonesia Communication] bisa mendatangkan Judas Priest," ungkap CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi, kepada Harian Jogja, Selasa (24/7/2018).
Dalam promo Rajawali Indonesia Communication yang diunggah di Instagram, penjualan pratiket konser Judas Priest akan tersedia secara online pada 4 Agustus 2018 mulai pukul 12.00 WIB dengan harga Rp450.000. Selepas tanggal itu, tiket akan dijual dengan harga reguler Rp650.000.
Konser di Indonesia pada Desember mendatang menjadi bagian dari tur dunia Judas Priest selain di Argentina, Brasil, Jepang dan Prancis. Band heavy metal ini terakhir kali merilis album Firepower pada Maret 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.