Prabowo Hadiri Sidang DPR, Sampaikan Kerangka RAPBN 2027
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Farhat Abbas./Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg) untuk pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019 sudah ditutup.
Farhat Abbas didaftarkan sebagai salah satu caleg oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Pileg 2019. Sebelum ke partai pimpinan Cak Imin itu, Farhat lebih dulu melamar ke Gerindra.
"Iya kemarin saya di Gerindra. Tapi karena tergantung kedekatan dan banyak saingan, sehingga saya takut terancam nama saya nggak dimasukkin [sebagai caleg]," kata Farhat di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2018).
Menurut mantan suami Nia Daniaty ini, cukup mudah untuk menjadi caleg di PKB. "Nggak dipersulit," ujar dia.
Selain itu, Farhat menilai PKB adalah partai yang mengusung pluralisme. Sehingga, dia bisa mewakili semua golongan di Indonesia.
"PKB itu partai Gusdur [Abdurrahman Wahid] lah. Bapak pluralisme Indonesia kan beliau. Jadi dimungkinkan untuk dipilih oleh orang Cina, orang Kristen, orang Islam. Pokoknya partainya aku Indonesia banget," kata pengacara kontroversial ini.
Pada Pileg 2019, Farhat didaftarkan untuk dapil Jawa Barat 6, yakni Depok dan Bekasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas