Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Tambah Kamera Trap
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Ilustrasi anak/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-Tak selamanya anak bisa melengkapi kebahagiaan sebuah keluarga. Kehadiran anak yang terkesan hanya menjadi pemanis hubungan suami istri justru bisa membuat suasana keluarga secara psikologis makin tak harmonis. Keputusan punya anak harus dipikirkan dengan matang, siap mental dan ekonomi.
Secara intuitif, banyak yang merasa kalau anak-anak adalah sumber kebahagiaan rumah tangga. Mereka membuat orang tua untuk selalu merasa dekat dan meningkatkan komunikasi keluarga. Anak-anak juga menjadi sumber energi keluarga.
Namun, ada juga yang mengatakan kalau pasangan suami istri tanpa anak merasa lebih bahagia. "Mitos tentang dampak anak pada pernikahan telah menjadi bahan diskusi berbagai penelitian," ujar psikolog Ellen Walker, seperti dikutip dari Psychology Today.
Ellen Walker menjelaskan bahwa American Sociological Association melakukan penelitian tentang topik ini dan menemukan bahwa pasangan yang menjadi orang tua lebih cenderung depresi daripada pasangan yang tidak memiliki anak. Bahkan, orang-orang tanpa anak lebih bahagia daripada kelompok lain.
Sebuah artikel New York Times pada tahun 2009 mendokumentasikan dua dekade penelitian yang meneliti dampak anak-anak pada pernikahan. Kesimpulannya adalah kualitas pernikahan sering menurun setelah transisi menjadi orang tua, dan bahkan ada peningkatan kebahagiaan dalam pernikahan setelah anak-anak meninggalkan rumah.
Menurut Ellen Walker, waktu bersama pasangan tidak pernah sama ketika ada anak di rumah. Banyak pasangan mengeluh bahwa mereka mulai merasa lebih seperti mitra bisnis dibandingkan dengan pasangan yang romantis. Mungkin Anda pernah mendengar menjadi orang tua adalah pekerjaan yang tersulit bagi seseorang. Banyak biaya dan waktu yang dihabiskan. Fakta-fakta ini menggambarkan realitas yang sulit menjadi orangtua dan pengorbanan yang harus dilakukan.
Jadi, apa yang harus dilakukan pasangan? Seperti keputusan hidup besar lainnya, pikirkan dengan baik dan matang. Untuk pasangan yang memang ingin punya anak, banyak hal yang harus diperhatikan. Pastikan keduanya berkomitmen penuh untuk menjadi orang tua, dan siap siap secara finansial dan emosional. Diskusikan rencana saat sudah punya anak dengan suami agar komunikasi selalu terbuka. Ingatlah bahwa menjadi orang tua adalah pilihan, bukan kewajiban, dan bukan untuk semua orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.