Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Pedangdut Ayu Ting Ting berbicara kepada media di Depok, Jawa Barat, Jumat (15/6/2018). /Suara.com-Ismail
Harianjogja.com, DEPOK- Ayu Ting Ting belakangan jadi viral akibat ulah haters yang mengganti wajahnya di video dengan gambar kera.
Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting mengaku tidak pernah mengundang haters pembuat video yang wajah Ayu diganti dengan gambar hewan untuk datang ke rumahnya meminta maaf.
Bahkan sejak beredar video tersebut di sosial media, Ayu cuek dan tidak peduli dengan hal tersebut.
"Sebenarnya saya di sini nggak ada mau ngelaporin apa-apa. Kan tahu sendiri saya orangnya masa bodoh, selama dia nggak mencolek langsung keluarga saya, saya anggap orang gila dia," kata Ayu Ting TIng, saat ditemui di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018).
Pelantun lagu Sambalado itu menilai sang haters datang sendiri dan meminta maaf kepada keluarga besarnya.
"Ternyata mungkin dia insaf dan sadar. Jadi dia datang sendiri ke rumah. Allah kasih hidayah kali dia," ujar Ayu Ting Ting.
Saat si haters datang, Ayu Ting Ting enggan menemuinya. Bintang film Dimsum Martabak itu, memilih beristirahat dan tidur.
"Saya nggak ada waktu nemuin orang begitu, saya pulang pagi, langsung tidur. Malas ngomong sama siapa-siapa," jelas Ayu Ting Ting.
Seperti diketahui, salah seorang warganet mengunggah foto di mana wajah Ayu Ting Ting diganti dengan wajah kera. Akibatnya, video tersebut menjadi viral di media sosial dan menuai kecaman dari penggemar Ayu Ting Ting, termasuk keluarga Ayu. Si pelaku yang seorang perempun pun akhirnya meminta maaf atas perbuatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa