OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Via Vallen./Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA- Pedangdut yang tengah naik daun Via Vallen diduga dilecehkan oleh pesepakbola asing yang bermain di klub sepakbola Tanah Air.
Kabar tak mengenakkan datang dari penyanyi dangdut terkenal Via Vallen. Pelantun Sayang itu mengaku digoda dan dicelehkan oleh seorang pesepakbola asing, yang tengah naik daun di Indonesia.
Kabar itu diungkap sendiri oleh Via Vallen di Insta Story-nya. Di situ, Via Vallen mengaku digoda dan mengalami pelecehan seksual.
Mengenai si pelaku, Via Vallen tak mengungkap jati dirinya. Namun perempuan kelahiran 1 Oktober 1991 itu mengungkap, lelaki tersebut berprofesi sebagai pesepakbola asing, yang namanya tengah naik daun saat ini.
"Saya ingin kamu menyanyi untuk saya di kamar tidur saya, mengenakan pakaian seksi," begitu kalimat yang ditulis si pesepakbola, yang kemudian diungkap ulang Via Vallen di Insta Story.
Masih di Insta Story yang sama, Via Vallen pun mengaku dilecehkan oleh pesepakbola tersebut. "Sebagai penyanyi, saya dihina oleh pemain sepakbola terkenal di negara saya sekarang," kata Via Vallen.
"Aku bukan tipe gadis seperti itu, kawan," tulis Via Vallen lagi.
"Nggak kenal dan nggak pernah ketemu tiba-tiba nge-DM dan ngirim text gambar kayak gini," lanjut Via Vallen.
Di Insta Story berikutnya, Via Vallen mengunggah percakapan dirinya dengan si pesepakbola asing terkenal. Di situ, si pesepakbola tak terima karena percakapannya di unggah Via Vallen di Insta Story.
"Jangan khawatir bro. Aku nggak akan cerita ke orang-orang siapa kamu," tulis Via Vallen dalam bahasa Inggris.
Di unggahan Via Vallen, foto profil pesepakbola sengaja dicoret-coret oleh perempuan pemilik nama asli Maulidia Octavia itu.
Gara-gara itu pula, banyak warganet menduga-duga, siapa sebenarnya pesepakbola yang telah melecehkan Via Vallen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
RSUP Dr Sardjito menghentikan stase dokter PPDS EPR usai komentar viral soal pasien BPJS. Rumah sakit menegaskan pasien tersebut bukan pasien Sardjito.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% pada kuartal II 2026 belum mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. BPS mencatat pekerja mandiri meningkat, sementara p
DPRD DIY meminta Raperda Pengelolaan Permuseuman melindungi museum rakyat agar tidak terbebani standar museum pemerintah.
DPK Kota Jogja mengenalkan layanan Amarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyelamatkan dan mengelola arsip keluarga.
Dokter mengingatkan gaya hidup sedentari pada anak dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi. Simak aktivitas fisik yang dianjurkan.