Benarkah Makanan Pedas Menurunkan Risiko Kematian?

Newswire
Newswire Senin, 04 Juni 2018 11:35 WIB
Benarkah Makanan Pedas Menurunkan Risiko Kematian?

Ilustrasi cabai/Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA-Makanan pedas selama ini dianggap sebagai biang keladi sakit perut. Menurut penelitian, masakan pedas ternyata juga banyak manfaatnya bagi tubuh. 

Menyukai makanan pedas? Jika ya, maka Anda memiliki kemungkinan hidup lebih lama, menurut para peneliti dari Larner College of Medicine Universitas Vermont.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE itu, terungkap bahwa konsumsi cabai berhubungan dengan penurunan risiko kematian sebanyak 13%, penyebab kematian utama adalah penyakit jantung atau stroke.

Menggunakan data survei kesehatan dan nutrisi (NHANES) III para peneliti mengumpulkan data dari 16 ribu warga Amerika, yang terus dipantau selama 23 tahun.

Ditemukan mereka yang mengonsumsi makanan mengandung cabai antara lain, orang muda, laki-laki, berkulit putih, telah menikah, merokok dan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan daging dibanding partisipan studi yang tak suka makanan pedas.

Salah satu kemungkinan yang bisa menjelaskan alasan cabai merah bermanfaat bagi kesehatan yakni perannya dalam mekanisme mencegah obesitas dan memodulasi aliran darah koroner.

Selain itu, sifat antimikroba cabai secara tidak langsung dapat mempengaruhi mikrobiota usus.

"Karena penelitian kami menambah generalisasi dari temuan sebelumnya, cabai  atau bahkan makanan pedas - konsumsi dapat menjadi rekomendasi diet dan / atau bahan penelitian lebih lanjut dalam bentuk uji klinis," kata Chopan, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi seperti dilansir Eurekalert.org.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online