Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
ilustrasi. /Reuters-Ina Fassbender
Harianjogja.com, JAKARTA—Sehat selama berpuasa di bulan Ramadan bisa dengan mudah dilakukan asal memperhatikan asupan makanan. Ada hal-hal lain juga yang harus dijaga.
Berikut ini ulasannya seperti dikutip Dailystar:
Melawan dehidrasi
Kurang minum selama berpuasa bisa membuat orang mudah terkena dehidrasi. Pastikan untuk minum banyak air selama sahur dan buka puasa.
Hindari minuman soda atau berkafein karena menstimulasi keluarnya air lebih cepat, sehingga berujung pada dehidrasi. Jangan lupa santap makanan yang kaya kalsium, klorida, magnesium, fosfat, potasium dan sodium.
Hindari makanan kaki lima
Makanan kaki lima semakin menjamur ketika Ramadan. Tengok saja jalan-jalan di dekat rumah atau perkantoran, banyak pedagang dadakan yang menjajakan beragam takjil sampai gorengan yang membuat air liur menggenang.
Meski tampilannya menggoda, Anda harus mengingat kebersihan dan nutrisi dari jajanan kaki lima tidak terjamin.
Kebanyakan makanan di jalan digoreng dalam minyak yang sudah dipakai berkali-kali, membuat komponen kimianya berubah, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan. Minyak jelantah bisa menciptakan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan.
Lagipula, gorengan itu salah satu alasan utama mengapa berat badan bertambah selama Ramadan. Setelah berjam-jam puasa, perut jadi sensitif terhadap makanan yang terlalu gurih atau digoreng dalam minyak. Lebih baik santap makanan yang dibuat di rumah.
Buatlah isi piring Anda berwarna pelangi
Merah, biru dan ungu.
Sayur dan buah warna merah, biru dan ungu punya komponen bernama antosianin, kaya anti oksidan, vitamin dan mineral yang bisa melawan radikal bebas.
Jingga, kuning dan hijau
Buah dan sayur berwarna jingga dan kuning mengandung karotenoid yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko penyakit jantung, masalah penglihatan serta kanker. Menyantap makanan dan sayuran warna-warni dapat membantu Anda mendapatkan nutrisi berbeda yang baik untuk tubuh.
Oleh karena itu, cobalah memakan minimal enam hingga tujuh sayuran dan buah yang berbeda selama Ramadan.
Jangan tinggalkan sahur
Kantuk yang melanda saat sahur bisa jadi menggoda kita untuk memilih tidur, padahal sahur adalah cara agar tubuh tetap terhidrasi dan kuat menjalani aktivitas hingga buka puasa.
Ketika sahur, pastikan makan karbohidrat kompleks seperti oat, lentil, gandum dan biji-bijian lain. Ini membuat gula darah tetap stabil dan mengenyangkan perut sepanjang hari.
Selain itu, makanan kaya serat seperti buah, kurma, sayur dan gandum juga pilihan ideal untuk sahur. Terakhir, makanan kaya protein, seperti telur, keju, yoghurt, daging sampai ikan juga direkomendasikan agar Anda tidak lemas selama berpuasa.
Jangan terlalu rakus
Makanan yang lama dicerna membutuhkan energi yang lebih sedikit. Maksudnya, ketika kita makan banyak, enzim butuh banyak energi untuk mencerna. Akibatnya, rasa lelah, pusing, mual sampai depresi. Pada dasarnya, jangan makan berlebihan. Inilah mengapa selama buka puasa, tidak disarankan untuk makan terlalu banyak. Pilihlah makanan yang lama dicerna tubuh seperti biji-bijian, bubur, sereal, susu sampai kurma. Dengan demikian, kita bisa mengelabui otak yang berpikir bahwa kita sudah makan banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.