Terdampak Corona, Chevron Berencana Pangkas 6.000 Karyawan Secara Global
Chevron bakal memangkas hingga 6.000 karyawan atau 15 persen dari total pekerja
Kate Middleton/Istagram-JIBI-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA–Topi bagi perempuan Inggris adalah bagian dari baju yang tak bisa ditinggalkan. Sangat penting khusunya anggota kerajaan.
Seperti dilansir BBC, protokol kerajaan menyatakan bahwa wanita harus mengenakan topi untuk semua acara resmi. Ketentuan ini ternyata sudah berlaku sejak sebelum tahun 1950-an. Pada masa itu, setiap wanita dari kalangan kelas atas maupun kerajaan jarang memperlihatkan rambut mereka di depan umum.
Diana Mather, seorang tutor senior konsultan etiket The English Manner, mengungkapkan etika kode berpakaian menegaskan pengenaan topi oleh para wanita untuk acara-acara formal.
“Hingga tahun 1950-an, wanita sangat jarang terlihat tanpa topi karena dianggap bukan \'sifatnya\' bagi para wanita untuk menunjukkan rambut mereka di depan umum,” terang Mather. “Tapi semua itu telah berubah dan topi sekarang dikenakan untuk acara-acara yang lebih formal,” lanjutnya.
Banyak perubahan memang telah terjadi sejak masa itu. Contohnya saja, istri Pangeran William Kate Middleton yang terlihat kerap tampil sempurna dengan rambut indahnya dibiarkan tergerai.

Tetapi di sisi lain, keluarga kerajaan juga memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan tradisi yang telah memudar, seperti halnya gerakan membungkuk sebagai ungkapan hormat oleh para wanita, agar dapat membedakan mereka dengan yang lain.
“Harus ada sedikit perbedaan antara keluarga kerajaan dan rakyat biasa,” terang pakar kerajaan, Victoria Arbiter, kepada Business Insider. “Tidak bermaksud arogan, tapi apa gunanya keluarga kerajaan jika mereka sama seperti kita?”
Perihal mengenakan topi untuk acara-acara mewah sendiri tidak eksklusif bagi para bangsawan.

Hilary Alexander, direktur fesyen di The Daily Telegraph, mengatakan bahwa topi juga bagian dari tatanan sosial acara-acara megah dalam masyarakat Inggris. “Menyangkut acara spesial dalam masyarakat Inggris, tidaklah lengkap tanpa topi,” kata Alexander kepada ABC News.
“Bagi kebanyakan orang, topi adalah hal yang cukup serius dan remeh pada saat yang sama,” tambahnya. “Keberadaannya melengkapi sebuah busana dan menjadi sentuhan akhir.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Chevron bakal memangkas hingga 6.000 karyawan atau 15 persen dari total pekerja
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.