Dewas KPK Kaji Dugaan Pelanggaran Etik Staf KPK di Kasus Pemalang
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Ilustrasi bulan madu./Suara
Harianjogja.com, JAKARTA- Generasi milenial memang berbeda dalam banyak hal dengan generasi sebelumnya termasuk soal gaya berbulan madu.
Tren bulan madu di kalangan generasi milenial tak sama dengan pakem bulan madu yang kita kenal selama ini, yaitu pergi berlibur ke tempat-tempat romantis seperti pantai atau resort mewah sehari setelah pesta pernikahan.
Disampaikan Robin Weil, pendiri Weddingplanner.co.uk, umumnya pengantin dari generasi milenial cenderung menunda waktu bulan madu mereka. Keterbatasan waktu menjadi alasannya.
"Sulit untuk membuat pengaturan waktu pernikahan dan bulan madu karena pekerjaan pasangan milenial," katanya seperti dilansir dari The Independent.
Biasanya, kata Weil, pasangan pengantin dari generasi milenial hanya memiliki sedikit waktu untuk menikah dan mempersiapkan pernikahannya. Itu sebabnya tak sedikit pasangan pengantin baru yang masuk kerja selang beberapa hari saja dari pernikahan mereka.
"Plus, energi mereka telah dicurahkan untuk mempersiapkan pernikahan. Itu sebabnya mereka cenderung kelelahan seusai menikah dan menunda bulan madu," tambah dia.
Oleh karena itu, kata Weil, kebanyakan pasangan milenial hanya menghabiskan waktu di hotel selama beberapa hari setelah pernikahan hanya untuk beristirahat. Barulah beberapa bulan kemudian mereka menjadwalkan momen bulan madu.
"Bulan madu yang direncanakan beberapa bulan setelah pernikahan juga memberi pasangan kesempatan untuk mewujudkan bulan madu idamannya," tambah dia.
Weil menambahkan, tren bulan madu pada generasi milenial memang sudah bergeser dari tren konvensional di mana dulu menjadi momen pengantin melepas keperawanan mereka.
Kini tak jarang ditemukan pasangan yang sudah tinggal lama bersama sebelum menikah sehingga bulan madu lebih bertujuan menciptakan momen indah bersama pasangan yang akan dikenang seumur hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang impor minyak mentah dari Rusia melalui Lemigas untuk ketahanan energi.
LKPP menegaskan pengadaan barang dan jasa menjadi penentu keberhasilan pembangunan serta mendorong UMKM masuk ekosistem digital di GPFE 2026.
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama pengisian dana IDA22 Bank Dunia untuk memimpin dukungan pembiayaan bagi negara berpendapatan rendah.
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Bakom menyebut program Jargas membantu rumah tangga menghemat hingga Rp900.000 per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.