Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ilustrasi pasangan suami istri/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Kira-kira begitulah ponsel pintar di zaman sekarang. Pasangan suami istri harus waspada hal ini. Awas terlalu sibuk berbincang dengan teman masa lalu di grup percakapan, malah lupa pasangan sendiri.
Dalam dunia digital saat ini, merupakan suatu hal yang biasa bagi pasangan jika bergantung pada perangkat digital untuk saling berkomunikasi dan tetap terhubung satu sama lain. Namun, berdasarkan hasil studi terbaru Kaspersky Lab, ada sisi positif maupun negatif yang patut diperhitungkan dari "connected love" ini.
Sebanyak 8 dari 10 pasangan berusaha terhubung secara online dengan pasangan mereka ketika mereka terpisah atau berjauhan satu sama lain.
Sebanyak 62 persen pasangan juga setuju bahwa berkomunikasi melalui perangkat digital dan internet membantu mereka merasa lebih dekat dengan pasangan mereka, terutama bagi mereka yang berpacaran tetapi saling berjauhan (75%).
Ketergantungan digital ini juga meluas hingga ke berbagi penggunaan perangkat digital, sebanyak 53 persen pasangan mengatakan hubungan mereka mengalami peningkatan sejak berbagi aktivitas online mereka, seperti akun dan perangkat digital.
Jelas, ada hal positif yang muncul dari penggunaan perangkat, tetapi ada juga beberapa hal negatif yang patut untuk dipertimbangkan.
Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan perangkat juga dapat menyebabkan argumen antara pasangan tentang berbagai masalah yang terkait perangkat, seperti penggunaan yang berlebihan dan insiden keamanan siber.
Sebanyak 51% pasangan mengungkapkan tentang penggunaan perangkat pada waktu makan atau percakapan tatap muka.
Selain itu, 55% orang berdebat dengan pasangan mereka karena terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk perangkat, dimana angka ini lebih tinggi (58%) pada pasangan yang tinggal bersama, dibandingkan dengan 49 persen dari mereka yang berpacaran tetapi hidup terpisah.
Ini menunjukkan bahwa orang-orang tidak suka merasa diabaikan dan ingin perhatian pasangannya tertuju pada mereka ketika mereka bersama.
Tetapi penggunaan perangkat yang berlebihan bukanlah satu-satunya hal yang membuat pasangan bertengkar. Akses ke perangkat juga merupakan sumber gesekan dalam hubungan.
Seperempat (25 persen) pasangan berpendapat tentang giliran siapa yang menggunakan perangkat, sementara lupa untuk mengisi baterai (45 persen) dan kehilangan perangkat (28 persen) juga menyebabkan perselisihan di antara pasangan.
Tidak hanya itu, ada juga permasalahan keamanan siber yang perlu dipertimbangkan.
Hampir seperempat (24%) pasangan beradu pendapat setelah salah satu pasangan menyebabkan perangkat terinfeksi oleh malware, dan 19 persen bertengkar setelah salah satu pasangan kehilangan uang secara online karena kesalahan atau karena malware.
Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa pasangan yang berbagi perangkat digital secara signifikan lebih mungkin untuk berdebat tentang masalah yang disebutkan di atas.
Melihat dari hasil penelitian yang dilakukan Kaspersky Lab tersebut, dalam hubungan modern perangkat dapat menjadi teman dan juga musuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.