Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Itang Yunasz (tengah) bersama para model yang memeragakan busana karyanya dalam gelaran Jogja Fashion Festival 2018./ist-Itang Yunasz & JFF 2018
Harianjogja.com, JOGJA—Desainer tamu dalam Jogja fesyen Festival (JFF) 2018, Itang Yunasz menghadirkan 16 koleksi busana terbaru dengan gaya exotic dramatic dalam rancangan modest ready to wear. Melalui brand Kamilaa seluruh koleksi busana mengangkat tiga jenis wastra Nusantara yaitu batik lokcan, motif parang dan jumputan.
Itang Yunasz adalah perancang busana senior Indonesia yang dikenal sebagai pelopor dalam fesyen hijab Indonesia. Pada era 2000 fesyen hijab terpaku pada gaya tunik. Itang memberikan napas baru dengan menampilkan berbagai gaya fesyen yang sangat trendi dan bisa bersahabat dengan pakem hijab. Sepak terjangnya ini ikut andil dalam menciptakan geliat fesyen hijab Indonesia.
Kali ini, desainer Itang Yunasz banyak memunculkan pilihan celana panjang yang dipadankan dengan tunik atau pun blus sebagai atasan, untuk penyempurnaan tampilan ditambahkan outer sebagai pendukung. Selain itu, terdapat dress dan kaftan dan palazzo yang bisa dijadikan pilihan. Seluruh busana dikemas menjadi busana muslim ready to wear.
Koleksi busana ini terinspirasi dari kekaguman akan kekayaan budaya wastra Nusantara yang tak bisa berhenti. Desainer yang sudah lebih dari 35 tahun berkiprah dalam dunia fesyen Indonesia ini tetap konsisten pada ciri khas longgar dan menutup dengan motif tradisional. Sebagai tambahan dalam keenambelas koleksi busana yang diberi nama Wastra Nusantara ini, Itang menambahkan ruffles, pleats, drapery di beberapa bagian.
“Dalam koleksi kali ini dibuat dengan menggunakan material helai poly twill dan crepe silk fabric yang diprint dengan desain motif parang, lokcan dan jumputan. Dengan pendekatan ini, pecinta fesyen dapat menikmati dokumentasi keindahan wastra Indonesia dalam bentuk helai pakaian,” ujar Itang kepada wartawan saat sesi Pattern & Fabric, JFF, akhir Maret lalu.
Dalam penjelasannya, wastra yang digunakan mengandung banyak makna. Motif parang memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tidak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus dan upaya memperbaiki diri, memperjuangkan kesejahteraan dan bentuk pertalian keluarga.
“Dalam batik lokcan ini dulunya dibuat dengan teknik batik di atas kain sutra dengan dominasi warna biru, khususnya biru muda dan warna latar belakang putih atau krem,” terang Itang Yunas kepada Harian Jogja.
Kain jumputan yang digunakan dikenal dengan sebutan kain pelangi di Sumatra Selatan. Motif ini hadir sebagai hasil proses ikat dan celup warna pada sehelai kain. Di Jawa, pada perkembangannya jumputan dikombinasikan dengan batik, sementara di Sumatra Selatan, motif pelangi hadir pada sehelai kain yang bertepi songket.
Ketiga wastra Nusantara tersebut diangkat menjadi motif print koleksi Kamilaa By Itang Yunasz. Dalam motif lokcan dihadirkan dengan teknik print warna sesuai tren saat ini yaitu hijau, oranye dan nude yang menarik. Untuk motif parang dihadirkan dalam warna oranye dan motif jumputan tersedia dalam tiga warna yaitu maroon, tobacco dan light brown.
Untuk menyempurnakan penampilan Itang Yunasz menambahkan aksesori. “Dalam penampilan kali ini saya membuat nude pump berpotongan lancip sebagai aksesori,” ujarnya. Banyak pencinta mode, selebritis dan sosialita jatuh hati pada rancangan busananya karena mampu mengikuti tren dengan tetap mengutamakan kesantunan. ([email protected])
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.