APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Tips kesehatan mengenai penanganan alergi.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Menangani alergi pada anak perlu dilakukan secara tepat. Salah penanganan bisa mengakibatkan anak kekurangan nutrisi (mallnutrisi).
Perubahan pola hidup masyarakat rupanya berdampak pada semakin tingginya jumlah kasus alergi yang muncul. Terutama kasus alergi pada anak. Data World Allergy Organization (WAO) dalam The WAO White Book on Allergy pada 2013 menunjukkan, angka prevalensi alergi mencapai 10-40% dari total populasi dunia. Di Indonesia, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Jogja, terdapat prevalensi resiko alergi yang cukup tinggi dialami anak para dan usia sekolah. Sebagian besar disebabkan alergi makanan. Meliputi, udang (12.63%), kepiting (11.52%), tomat (4.38%), putih telur (3.5%) serta susu sapi (3.46%).
Meskipun risiko alergi yang terjadi meningkat, orangtua belum banyak memahami penyebab alergi pada anaknya. Rendahnya pemahaman alergi berdampak pada kesalahan penanganan alergi yang tepat.
"Selama ini masih banyak orangtua yang belum memahami cara mengenali gejala alergi yang tepat, orangtua cenderung mengambil solusi sendiri," tutur dokter Wahyudi Istiono, Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM), usai kegiatan edukasi "Tanggap Alergi dengan 3K" yang digelar Sarihusada bekerjasama dengan Departemen Kedokteran Keluarga dan Komunitas FK UGM serta Unit Kerja Koordinasi (UKK) Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rabu (19/10/2016).
Untuk itulah, kata warga Sariharjo, Ngaglik, Sleman itu, dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan dan komprehensif kepada orangtua untuk mengenali dan menangani risiko dan kejadian alergi dengan tepat agar prevalensi alergi tidak terus meningkat. Edukasi dapat dilakukan oleh dokter keluarga atau dokter layanan primer. Mereka menjadi ujung tombak karena berada di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat satu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
SPMB SNT 2026 dibuka 21-24 Juli! Kuota 80 siswa per sekolah. 10 perbedaan SNT vs sekolah negeri: pusat, kurikulum 3 lapis, STEAMS, fasilitas internasional.
Kemarau panjang di Bantul menyebabkan kolam ikan mengering. Pembudidaya menghentikan produksi akibat minimnya pasokan air selama lebih dari dua bulan.
Satpol PP Kota Jogja melakukan profiling pelaku pembuangan sampah liar di Danurejan dan memperketat patroli di sejumlah titik rawan pelanggaran.
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
Pemkot Jogja memastikan Malioboro tetap terbuka saat Jogja Last Friday Ride digelar. ASN akan mendampingi peserta dengan bersepeda bersama masyarakat.