BSU 2026: Situs Resmi Belum Bisa Diakses, Waspada Link Palsu

Jumali
Jumali Selasa, 20 Oktober 2026 07:57 WIB
BSU 2026: Situs Resmi Belum Bisa Diakses, Waspada Link Palsu

Foto ilustrasi uang - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Situs resmi Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 di bsu.kemnaker.go.id belum dapat diakses. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta pekerja dan masyarakat berhati-hati terhadap tautan yang mengatasnamakan program bantuan tersebut karena berpotensi menjadi sarana penipuan dan pencurian data pribadi.

Peringatan ini penting di tengah beredarnya informasi mengenai pendaftaran dan pencairan BSU 2026 melalui tautan yang tidak jelas sumbernya. Kemnaker mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru membuka tautan, terutama yang dibagikan melalui pesan berantai WhatsApp atau pesan langsung (DM) media sosial dari akun yang belum terverifikasi.

“Saat ini laman BSU belum dapat diakses. Mohon tunggu pengumuman resminya, ya,” tulis Kemnaker, Selasa (20/10/2026).

Belum dapat diaksesnya situs resmi membuat pekerja perlu lebih cermat saat mencari informasi mengenai bantuan tersebut. Masyarakat diminta tidak mengandalkan tautan yang beredar di grup percakapan atau unggahan media sosial tanpa memastikan sumbernya terlebih dahulu.

Waspada tautan palsu yang mengatasnamakan BSU

Kemnaker mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada situs yang menggunakan logo pemerintah atau memiliki tampilan menyerupai laman resmi. Tampilan yang terlihat meyakinkan tidak serta-merta membuktikan bahwa situs tersebut dikelola pemerintah atau memuat informasi yang benar.

“Awas! Jangan buru-buru klik,” tegas Kemnaker.

Pekerja perlu memeriksa alamat situs secara teliti sebelum membuka tautan yang berkaitan dengan BSU 2026. Waspadai pula halaman yang meminta data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), atau menjanjikan pencairan bantuan tanpa prosedur resmi yang jelas.

Risiko penipuan melalui tautan palsu bukan sekadar kekhawatiran. Kementerian Komunikasi dan Digital pada 15 Oktober 2026 mengklarifikasi informasi palsu mengenai pendaftaran BSU Oktober–Desember melalui Telegram. Tautan tersebut mengarahkan pengunjung ke situs tidak resmi yang meminta data pribadi. <Cite refs={["turn362027search0","turn362027search2"]}/>

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengisi formulir atau menyerahkan informasi identitas melalui situs yang sumbernya belum terverifikasi. Jika menerima pesan yang menjanjikan bantuan dapat segera dicairkan dengan mengeklik tautan tertentu, pekerja perlu memeriksa kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah.

Cara aman mencari informasi BSU 2026

Untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya, pekerja diminta memantau situs dan kanal komunikasi resmi Kemnaker. Masyarakat juga dapat mengetik langsung alamat bsu.kemnaker.go.id pada peramban untuk menghindari risiko membuka tautan yang diteruskan pihak lain.

Namun, Kemnaker menegaskan bahwa laman BSU tersebut saat ini belum dapat diakses. Dengan demikian, pekerja perlu menunggu informasi resmi lebih lanjut dan tidak menganggap situs atau tautan alternatif sebagai pengganti portal resmi tanpa konfirmasi pemerintah.

“Ketik alamat situs di browser. Jangan asal membuka tautan dari pesan yang diteruskan orang lain,” tulis Kemnaker.

Masyarakat juga disarankan memastikan akun media sosial yang diikuti benar-benar merupakan kanal resmi Kemnaker. Logo, nama akun, dan desain unggahan saja tidak cukup untuk membuktikan keaslian informasi.

Tunggu pengumuman resmi penyaluran BSU

Kemnaker meminta pekerja bersabar sambil menunggu pengumuman resmi mengenai informasi dan penyaluran BSU 2026. Perkembangan terbaru sebaiknya dipantau melalui situs kementerian serta akun media sosial resminya.

“Pantau terus akun media sosial dan kanal resmi Kemnaker biar enggak ketinggalan update-nya,” tulis Kemnaker.

Pekerja perlu membedakan informasi mengenai rencana bantuan dari pengumuman resmi mengenai mekanisme pengecekan, pendaftaran, atau pencairannya. Hingga informasi resmi mengenai tata cara pelaksanaan tersedia, masyarakat sebaiknya tidak menganggap tautan yang beredar sebagai jalur resmi untuk memperoleh BSU.

Dengan tetap memeriksa sumber informasi, tidak sembarangan mengeklik tautan, dan menjaga kerahasiaan data pribadi, pekerja dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan bantuan pemerintah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online