Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026, Ini Karya-Karyanya

Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho Jum'at, 09 Oktober 2026 15:57 WIB
Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026, Ini Karya-Karyanya

Anne Carson, peraih Hadiah Nobel Kesusastraan 2026./Nobelprize.org\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA — Penyair, esais, dan penerjemah asal Kanada Anne Carson meraih Hadiah Nobel Kesusastraan 2026 berkat karya-karyanya yang memperluas batas puisi, fiksi, dan kajian sastra klasik. Penghargaan tersebut diberikan atas pendekatan sastra yang berani dan inovatif, termasuk kemampuannya memadukan warisan klasik dengan bentuk ekspresi kontemporer.

Melansir BBC, Jumat (9/10/2026), Komite Nobel Kesusastraan menilai eksperimen Carson telah menghadirkan bentuk-bentuk baru dalam sastra modern. Karyanya dianggap mampu menjalin dialog dengan tradisi klasik tanpa terikat pada konvensi penulisan yang lazim.

Komite Nobel memberikan penghargaan kepada Carson atas “karya-karyanya yang berani dan inventif, yang melalui dialog jenaka dengan tradisi klasik telah menciptakan bentuk-bentuk baru bagi sastra kontemporer”.

Carson, 76, mengaku tidak menyangka akan menerima penghargaan sastra tertinggi tersebut. Saat diwawancarai lembaga penyiaran publik Islandia, RUV, ia bahkan berseloroh bahwa para juri Nobel telah bertindak gila dengan memilihnya sebagai pemenang.

“Saya pikir mereka semua gila ... Ya, Anda tahu, ini gila,” kata Carson kepada RUV. Saat ini, ia diketahui sedang berada di Islandia.

Sekretaris Tetap Akademi Swedia, Ingrid Carlberg, mengatakan dirinya menghubungi Carson melalui sambungan telepon sesaat sebelum pengumuman resmi disampaikan. Carson sedang berada di luar negeri ketika menerima kabar kemenangan yang tidak diduganya itu.

“Dia sempat mengatakan kepada saya bahwa saat ini dia berada di Islandia, tempat dia sedang mendengarkan angin,” ujar Carlberg.

Menurut Carlberg, Carson menunjukkan keterkejutan sekaligus kebahagiaan setelah mengetahui dirinya terpilih sebagai penerima Nobel Kesusastraan 2026.

Hadiah Nobel Sastra 2026 Senilai Rp21,43 Miliar

Hadiah Nobel Sastra diberikan berdasarkan keseluruhan perjalanan dan karya seorang penulis, bukan hanya satu buku tertentu. Penerima penghargaan ini memperoleh hadiah sebesar 12 juta kronor Swedia, atau sekitar Rp21,43 miliar.

Ketua Komite Nobel Sastra Akademi Swedia, Anders Olsson, menjelaskan bahwa Carson berhasil melepaskan diri dari pola puisi liris yang terikat pada narasi diri. Pendekatan tersebut dinilai turut mendorong lahirnya bentuk-bentuk baru dalam sastra kontemporer.

“Metode penulisan ini menghasilkan karya-karya yang jenaka dan ironis, yang bergerak tidak hanya antara puisi klasik dan modern, tetapi juga di antara berbagai genre dan bentuk seni,” kata Olsson.

Olsson juga menyoroti kebebasan Carson dalam memperlakukan konvensi sastra. Hal itu terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai kolaborasi bersama seniman visual, koreografer, serta sutradara opera dan teater.

“Kebebasan dalam memperlakukan ekspektasi sastra dan sistem aturan inilah yang mendasari arti penting luar biasa dari karyanya bagi dunia seni dan sastra internasional sejak 1990-an,” ujarnya.

Anne Carson dan Karya yang Melampaui Batas Genre

Anne Carson lahir di Toronto, Kanada, pada 1950. Ia kini tinggal di Michigan, Amerika Serikat, dan telah memiliki kewarganegaraan Islandia sejak 2022.

Selama lebih dari 30 tahun, Carson juga berkiprah sebagai profesor bidang kajian klasik. Di luar kegiatan akademis, ia dikenal melalui karya-karya yang menggabungkan puisi, fiksi, esai, penerjemahan, serta penafsiran ulang sastra klasik.

Sejumlah karyanya yang dikenal luas meliputi The Glass Essay, Autobiography of Red: A Novel in Verse, Nox, Float, dan The Beauty of the Husband: A Fictional Essay in 29 Tangos.

Melalui Autobiography of Red: A Novel in Verse, Carson memadukan bentuk novel dengan puisi. Sementara itu, The Beauty of the Husband menggabungkan pendekatan esai fiksi dengan struktur yang merujuk pada 29 tango.

Karya-karya tersebut menunjukkan kecenderungan Carson untuk mengolah bentuk sastra secara lintas genre. Ia tidak hanya menulis puisi atau esai dalam pengertian konvensional, tetapi juga mengeksplorasi hubungan antara teks, narasi, dan bentuk seni lainnya.

Pada 2019, karya pertunjukannya, Norma Jeane Baker of Troy, mempertemukan dua figur perempuan yang terkenal karena kecantikannya dari periode sejarah berbeda, yakni Helen dari Troya dan Marilyn Monroe.

Carson juga terus mengadaptasi warisan sastra Yunani kuno melalui pendekatan modern. Pada 2021, ia merilis The Trojan Women: A Comic, yang mengolah kisah klasik karya Euripides menjadi novel grafis.

Menghidupkan Kembali Sastra Klasik untuk Pembaca Modern

Penerjemahan menjadi bagian penting dari kiprah Carson dalam menjembatani sastra klasik dengan pembaca masa kini. Salah satu karyanya adalah terjemahan Elektra karya Sophocles, yang dipentaskan di London pada tahun lalu dengan aktris Brie Larson sebagai pemeran utama.

Melalui penerjemahan, adaptasi, dan eksperimen lintas genre, Carson menghadirkan kembali kisah-kisah kuno dalam bentuk yang berbeda dari penyajian tradisionalnya. Pendekatan ini menjadi salah satu ciri utama karya-karyanya yang mempertemukan teks klasik dengan ekspresi modern.

Pengaruh Carson di dunia sastra juga mendapat perhatian dari Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai pencapaian luar biasa sekaligus momen membanggakan bagi Kanada.

Dalam pernyataan di media sosial, Carney menyoroti kecerdasan, imajinasi, dan gaya penulisan khas Carson sebagai unsur yang menonjol dalam karya-karyanya.

“Dia telah membawa kisah-kisah kuno kepada audiens baru dan mengubah cara kita memandang sastra,” tulis Carney.

Penghargaan Nobel Kesusastraan 2026 menempatkan perjalanan kreatif Carson sebagai salah satu kontribusi penting bagi sastra kontemporer. Perpaduan puisi, fiksi, kajian klasik, penerjemahan, dan seni pertunjukan menjadi karakter utama karya-karyanya yang memperluas cara pembaca memahami tradisi sastra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online