UMKM Perempuan Solo Dapat Bantuan Alat Jahit dari BI, Ini Harapan Wawali Astrid
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Trofi Piala Dunia/fifa.com
Harianjogja.com, JOGJA— Berburu souvenir Piala Dunia 2026 menjadi momen yang dinanti banyak penggemar sepak bola. Namun di balik euforia tersebut, ada risiko yang tak bisa diabaikan: maraknya peredaran merchandise palsu alias KW yang kerap menipu pembeli.
Agar tidak salah beli, ada sejumlah cara praktis yang bisa langsung diterapkan untuk membedakan produk resmi dengan tiruan.
Langkah pertama yang paling mudah adalah mengecek logo dan lisensi. Produk resmi selalu mencantumkan label “Official Licensed Product” lengkap dengan logo resmi dan biasanya dilengkapi hologram atau QR code. Sebaliknya, barang palsu sering memiliki logo buram, tidak presisi, bahkan terdapat kesalahan penulisan.
Selain itu, kualitas bahan juga menjadi pembeda utama. Merchandise resmi umumnya menggunakan material premium dengan jahitan rapi dan nyaman dipakai. Jersey asli, misalnya, terasa lebih adem dan ringan karena menggunakan teknologi khusus. Sementara produk tiruan biasanya memiliki bahan lebih tipis, panas, serta jahitan yang kurang rapi.
Faktor harga juga tidak kalah penting. Souvenir resmi dijual dengan harga yang relatif tinggi karena kualitas dan lisensi yang menyertainya. Jika menemukan jersey yang diklaim original namun dijual dengan harga terlalu murah, itu patut dicurigai.
Tempat pembelian juga menentukan keaslian produk. Untuk menghindari penipuan, disarankan membeli di toko resmi, baik di stadion, situs resmi brand, maupun retail olahraga terpercaya. Membeli dari sumber yang tidak jelas hanya akan meningkatkan risiko mendapatkan barang palsu.
Detail kecil sering menjadi penentu yang paling akurat. Produk asli biasanya memiliki finishing sempurna, mulai dari font, warna, hingga ejaan. Sementara barang KW kerap memiliki kesalahan kecil seperti nama pemain yang salah, warna melenceng, atau logo yang tidak simetris.
Di era digital, beberapa merchandise bahkan sudah dilengkapi teknologi tambahan seperti QR code atau NFC yang bisa dipindai untuk verifikasi keaslian. Ini menjadi cara modern yang semakin umum digunakan pada event besar.
Namun, pilihan tetap kembali pada tujuan pembelian. Jika hanya untuk dipakai santai, produk non-resmi mungkin masih bisa dipertimbangkan. Tetapi untuk koleksi atau investasi, produk official menjadi pilihan wajib karena memiliki nilai jangka panjang.
Kesimpulannya, membeli souvenir Piala Dunia 2026 tidak hanya soal gaya, tetapi juga soal ketelitian. Strategi paling aman adalah mengombinasikan satu item resmi dengan beberapa souvenir tambahan, sehingga tetap hemat tanpa mengorbankan keaslian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Apple baru saja merilis iPhone Duo, terlambat delapan tahun dari Royole Flexpai. Simak sejarah ponsel lipat dan prediksi pasar dari IDC dan Counterpoint.
Veda Ega Pratama akan start P16 di Moto3 San Marino 2026. David Almansa merebut pole position dengan waktu 1:40,612.
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama. Rodrigo Varanda mencetak gol cepat saat laga baru berjalan tiga menit.
Jepang mengalahkan Korea Selatan 3-0 di semifinal AVC 2026. Jepang ke final dan selangkah lagi meraih tiket Olimpiade 2028.
Nissan Pixo kembali sebagai mobil listrik. Berbasis Renault Twingo, mobil mungil ini akan debut 23 September 2026.