Update Harga Pangan: Cabai Rawit Nyaris Rp60 Ribu, Telur Rp28.950/Kg
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Ilustrasi daging merah/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Ancaman kanker mulut tidak hanya datang dari kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol. Para ahli kini mengungkap bahwa pola makan, khususnya konsumsi makanan olahan tertentu, juga berkontribusi besar dalam meningkatkan risiko penyakit mematikan ini.
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan yang memicu peradangan dalam tubuh dapat menjadi faktor tersembunyi yang memperbesar potensi kanker rongga mulut. Salah satu yang paling disorot adalah daging olahan seperti bacon, sosis, ham, hot dog, hingga daging deli.
Kepala Pengobatan Mulut dan Onkologi Mulut di Herbert Wertheim Cancer Institute, Alessandro Villa, dikutip dari Antara pada Kamis (11/6/2026) menyebut bahwa daging olahan telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut dan orofaring. Bahkan, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1, yang berarti memiliki bukti kuat menyebabkan kanker pada manusia.
Kandungan nitrat dan nitrit yang umum digunakan sebagai bahan pengawet dalam daging olahan menjadi salah satu pemicunya. Senyawa tersebut dapat berubah menjadi zat karsinogenik yang berbahaya bagi sel tubuh. Berbagai studi juga mengaitkan zat ini dengan risiko kanker lain seperti kanker payudara dan prostat.
Tak hanya itu, cara memasak juga turut berpengaruh. Daging yang dipanggang, diasap, atau dibakar pada suhu tinggi dapat menghasilkan zat berbahaya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan amina aromatik heterosiklik (HAA). Kedua senyawa ini diketahui dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel abnormal.
Dokter spesialis THT, Kelly F. Moyer, menjelaskan bahwa konsumsi makanan tersebut secara berlebihan dapat memicu peradangan kronis di dalam mulut. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat melemahkan kemampuan tubuh memperbaiki sel yang rusak, sehingga meningkatkan risiko kanker.
Selain itu, gangguan pada mikrobioma mulut juga diduga berperan dalam perkembangan kanker. Ketidakseimbangan bakteri di rongga mulut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel abnormal.
Meski demikian, risiko kanker mulut sebenarnya dapat ditekan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Menghindari rokok, alkohol, serta membatasi konsumsi makanan olahan menjadi langkah awal yang penting.
Para ahli juga menyarankan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan guna melawan peradangan. Menjaga kebersihan mulut dengan rutin menyikat gigi, menggunakan benang gigi, serta melakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara berkala juga tak kalah penting.
Selain itu, vaksinasi HPV bagi individu hingga usia 26 tahun turut direkomendasikan. Pasalnya, infeksi HPV kini menjadi salah satu penyebab utama kanker tenggorokan dan mulut, terutama pada usia muda.
Dengan perubahan gaya hidup sederhana, risiko kanker mulut bisa ditekan secara signifikan. Kesadaran terhadap pola makan dan kesehatan mulut menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prediksi cuaca DIY Jumat (17/7) cerah berawan. Waspada udara kabur di Sleman & Kulonprogo, suhu 20-32°C. Simak info lengkapnya di sini.
Orang tua kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial serta potensi gangguan kesehatan mental
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.